Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

AS Hentikan Ekspor Barang-barang Rumah Tangga untuk Rusia, 71 Perusahaan Masuk Daftar Hitam

SABTU, 20 MEI 2023 | 06:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat kembali meluncurkan sanksinya kepada Rusia dengan memasukkan 71 perusahaan ke daftar hitam perdagangan AS.

Perusahaan yang menjadi target kebanyakan adalah perusahaan yang memasok komponen yang dibutuhkan Rusia untuk memproduksi drone pengintai Orlan, termasuk perusahaan China.

Pemerintahan Biden mengumumkan peluncuran sanksi tersebut pada Jumat (19/5), termasuk menghentikan ekspor berbagai barang konsumen ke Rusia.


Barang-barang yang dimaksud adalah barang yang dapat digunakan untuk membantu militer Rusia, juga barang-barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti pengering pakaian, bajak salju, mesin pemerah susu, juga lensa kontak atau kacamata hitam.

Pengacara Washington Kevin Wolf, mantan pejabat departemen Perdagangan AS, mengatakan, AS menilai benda-benda itu dapat digunakan untuk mendukung mesin perang Moskow.

"Akan lebih mudah untuk mendeskripsikan barang-barang yang tidak dikontrol untuk diekspor ke Rusia," ujarnya, seperti dikutip dari TASS.

Perusahaan yang masuk daftar hitam adalah 69 entitas Rusia, satu entitas dari Armenia dan satu entitas dari Kyrgyzstan.

Mereka ditambahkan ke "Daftar Entitas" Departemen Perdagangan, terutama untuk mendukung sektor militer dan pertahanan Rusia, sehingga semakin sulit untuk mengirimkan barang apa pun kepada mereka.

"Perusahaan yang ditargetkan termasuk pabrik perbaikan pesawat dan produksi suku cadang, bubuk mesiu, pabrik traktor dan mobil, galangan kapal, dan pusat teknik di Rusia," Reuters melaporkan.

Tindakan tersebut adalah bagian dari putaran terakhir sanksi dan kontrol ekspor yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Amerika Serikat dan koalisi 37 negara lain sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya