Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Akibat Perubahan Iklim, Lebih dari Setengah Danau Besar di Dunia Mengering

JUMAT, 19 MEI 2023 | 11:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perubahan iklim terus menjadi perhatian internasional karena dampaknya yang signifikan pada kelangsungan hidup manusia.

Sebuah studi yang dirilis para ilmuwan dari University of Virginia mengungkap 53 persen danau dan waduk besar di dunia mengalami penyusutan pada volume air, bahkan mengering akibat perubahan iklim sejak 1992 hingga 2020.

Salah satu ahli hidrologi dalam penelitian tersebut, Fangfang Yao, menjelaskan penurunan debit danau dunia didorong oleh pemanasan iklim dan pola konsumsi manusia yang berlebih.


"Penggunaan air yang tidak berkelanjutan, perubahan curah hujan dan limpasan, sedimentasi, dan kenaikan suhu telah menurunkan permukaan danau secara global," jelasnya, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (19/5).

Yao mencatat, selama tiga dekade terakhir, air tawar paling penting di dunia yakni dari Laut Kaspia antara Eropa dan Asia hingga Danau Titicaca di Amerika Selatan telah kehilangan air dengan laju kumulatif sekitar 22 gigaton per tahun.

"Jumlahnya itu sekitar 17 kali volume Danau Mead, waduk terbesar di Amerika Serikat," kata Yao.

Danau yang ada di Laut Aral di Asia Tengah dan Laut Mati di Timur Tengah, disebut Yao mengering karena pola konsumsi manusia yang berlebihan.

Sementara danau di Afghanistan, Mesir, dan Mongolia, surut karena mengalami kenaikan suhu yang menyulitkan air menguap ke atmosfer.

Laporan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran masyarakat tentang ancaman kelangkaan air yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi manusia, energi listrik hingga pertanian.

Ilmuwan dan para aktivis telah lama mendorong pencegahan pemanasan global melebihi 1,5 derajat Celcius untuk menghindari konsekuensi perubahan iklim yang paling dahsyat.

Saat ini bumi sudah memanas dengan laju sekitar 1,1 derajat celcius, dan jika tetap dibiarkan, kelangsungan hidup manusia akan terganggu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya