Berita

Presiden Moldova Maia Sandu/Net

Global

Takut dengan Rusia, Moldova Ingin Masuk Uni Eropa Secepatnya

JUMAT, 19 MEI 2023 | 06:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keanggotaan Moldova di Uni Eropa menjadi salah satu jalan keluar agar negara bekas jajahan Uni Soviet itu tidak menjadi incaran Rusia berikutnya setelah Ukraina.

Begitu yang coba disampaikan Presiden Moldova Maia Sandu selama wawancara di sela-sela KTT Dewan Eropa di Islandia, seperti dikutip dari Arab News pada Kamis (18/5).

Menurut Sandu, Moldova harus secepatnya menjadi bagian dari Uni Eropa, sehingga ketakutan akan perluasan invasi Rusia akan sedikit menurun.


"Tentu saja, tidak ada yang sebanding dengan apa yang terjadi di Ukraina, tetapi kami melihat risikonya dan kami percaya bahwa kami dapat menyelamatkan demokrasi kami hanya sebagai bagian dari Uni Eropa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shandu menjelaskan bagaimana wilayah yang memisahkan diri dari Moldova, yakni Transnistria sudah disusupi oleh sejumlah pasukan kecil dari Rusia.

"Kami sedang berjuang untuk mendapatkan penyelesaian konflik secara damai, dan kami telah meminta Rusia untuk menarik pasukannya yang ditempatkan secara ilegal,” tegas Sandu.

Perang Rusia selama 15 bulan terakhir telah memperkuat prospek keanggotaan Ukraina dan Moldova di Uni Eropa.

Tahun lalu, keduanya mendaftar untuk bergabung dengan blok tersebut dan pada Juni 2022 telah ditetapkan sebagai  negara kandidat Uni Eropa bersama dengan Georgia.

Kendati demikian, proses menuju akses keanggotaan Uni Eropa akan memakan waktu lebih dari satu dekade. Hal ini karena negara pelamar harus lebih dulu memenuhi persyaratan yang diajukan untuk bisa bersanding dan duduk bersama dengan negara-negara sebesar Uni Eropa.

Tidak seperti Ukraina, Moldova memiliki wilayah yang cukup kecil untuk dapat diintegrasikan ke dalam Uni Eropa dengan cara mudah.

Moldova juga harus menuntaskan serangkaian masalah internal negara seperti kasus korupsi, perekonomian ekonomi dan energi yang rapuh, hingga masalah Transnistria yang 30.000 penduduknya sudah berpihak pada Rusia.

Beberapa persoalan itu harus lebih dulu Moldova selesaikan sebelum benar-benar bisa bergabung dan diterima dalam organisasi kawasan Uni Eropa.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya