Berita

Penangkapan Johnny G Plate yang terjadi jelang Pemilu 2024 tak bisa lepas dari unsur politis/Net

Politik

Penangkapan Johnny Plate Tak Ada Unsur Politis Kalau Nasdem Tetap Konsisten Usung Anies sebagai Capres

KAMIS, 18 MEI 2023 | 08:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penetapan status tersangka terhadap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo oleh Kejaksaan Agung mengundang perhatian berbagai pihak. Salah satunya pengamat politik, Yusfitriadi.

Yusfitriadi menduga kasus dugaan korupsi Menkominfo dalam proyek pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo tampaknya sudah lama, namun baru sekarang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, karena menjelang Pemilu 2024, ia juga melihat ada banyak pihak yang mengaitkan kasus Menkominfo dengan pencapresan Anies Baswedan. Pasalnya, Johnny G Plate merupakan petinggi Partai Nasdem yang sudah jauh-jauh hari mengusung Anies Baswedan.


"Sama-sama kita ketahui Anies Baswedan sangat satir disebut-sebut sebagai antitesanya Jokowi. Mungkin dengan harapan Nasdem melepas Anies dan kembali bersama-sama kekuasaan dalam mengusung capres pada tahun 2024. Maka Pemilu Presiden dan Wakil Presiden membuat pihak-pihak yang menginginkan diikuti oleh dua pasangan calon saja," katanya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (17/5).

Menurut Yus, sapaannya, dengan dua pasangan calon bisa menguntungkan salah satu kekuatan politik pengusung calon presiden dan wakil presiden. Selain itu, banyak juga yang melihat keterlibatan Johnny Plate dalam kasus ini murni masalah hukum dan tidak ada kaitannya dengan urusan pemilu 2024.

"Namun tidak bisa dipungkiri perspektif publik dan kekuatan-kekuatan politik akan punya beragam penafsiran ketika ada hal-hal yang terjadi dalam waktu yang semakin mendekati momentum elektoral tersebut. Sehingga susah jika tidak mengaitkan proses hukum dengan dialektika politik," paparnya.

"Sehingga tidak bisa juga kita menyalahkan publik yang berspekulasi macam-macam terkait dengan kasus Johnny G. Plate ini. Karena seringkali publik disajikan perilaku-perilaku hukum dicampuradukkan dengan politik," tambah dia.

Namun, kata Yus, pandangan opini publik seperti ini tidak sehat dan tidak baik. Karena politisasi hukum yang akan menjadi opini liar mengisi ruang-ruang sampai pada kalangan bawah.

"Preseden ini yang akan menjadi kehilangan trust publik terhadap lembaga hukum. Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk menjawab opini tersebut adalah proses hukum yang transparan dan akuntabel, sehingga publik melihat secara utuh bahwa kasus hukum Johnny Plate sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan dialektika politik manapun," terangnya.

Dia mengatakan, salah satu indikasi bahwa kasus Johnny Plate ini kasus hukum murni atau politisasi terhadap hukum, yaitu dengan konsistensi Nasdem dan partai koalisi perubahan lainya dengan tetap mengusung Anies sebagai capres.

"Namun ketika Nasdem dan kawan-kawannya melepas Anies dengan alibi apapun, maka sudah hampir dipastikan bahwa kasus Johnny Plate berkaitan erat dengan partainya yang sejak awal menjadikan Anies sebagai calon presiden," demikian Yusfitriadi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya