Berita

Menko PMK saat menghadiri puncak acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2023

Nusantara

Menko PMK: Mitigasi Bencana Rujukannya Surah Al Baqarah Ayat 30

KAMIS, 18 MEI 2023 | 02:20 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri kegiatan puncak acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2023 dengan tema “Tingkatkan Ketangguhan Desa, Kurangi Risiko Bencana” yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pendopo Kecamatan Karang Binangun, Lamongan, Jawa Timur.

Muhadjir menyampaikan pentingnya melakukan siap-siaga dengan sungguh-sungguh dan terukur agar dapat mengurangi risiko akibat bencana yang terjadi.

Muhadjir mengingatkan bahwa kesungguhan masyarakat dalam memitigasi setiap potensi bencana dengan merujuk pada Surat Al-baqarah ayat 30. Selepas membacakan ayat Al-qur’an tersebut, Muhadjir menjelaskan bahwa manusia ditugaskan oleh Allah SWT ke bumi untuk menjadi khalifah yang dapat merawat dan menjaga keutuhan muka bumi.


“Kalau kita belajar di dalam Al quran Surat Al baqarah yang saya baca tadi, yang tidak kalah penting itu sebetulnya ulah tangan manusia yang membuat bencana itu terjadi, bahkan sekarang ini menurut saya 70 persen bencana di dunia ini adalah oleh ulah tangan manusia,” ucap Muhadjir dalam keterangan tertulis, Rabu (17/5).

Muhadjir menerangkan bahwa di dalam ayat Al quran tersebut terdapat dialog antara Allah dengan para malaikat yang melakukan protes terhadap pengutusan manusia karena hanya akan merusak bumi. Menurut Muhadjir, manusia perlu belajar tentang peringatan dari malaikat karena pada kenyataannya banyak kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat dari pembangunan yang tidak memperhitungkan risiko alam yang matang.

“Manusia perlu belajar dari peringatan malaikat, karena banyak sekali kerusakan di muka bumi ini akibat tangan manusia, akibat ulah manusia, sering berkedok pembangunan, tetapi justru kerusakannya yang harus dibayar jangka panjang,” tutur Muhadjir.

Secara tegas, Muhadjir bahkan memberikan pesan kepada para pejabat dan pimpinan daerah yang memiliki wilayah dengan risiko tinggi bencana untuk berhati-hati ketika hendak mengambil keputusan dalam pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan jangan sampai merusak ekosistem alam di area tersebut. Para pejabat dan pimpinan daerah diminta perlu melakukan kajian yang matang dan menggunakan hati nurani dalam setiap kebijakan.

“Tidak hanya berangkat dengan akal, tetapi juga nurani. Kalau sudah kita kembali kepada nurani itu artinya kita bicara tentang kemanusiaan, kalau kita sudah bicara kemanusiaan, maka kita sudah tidak boleh melihat sekat-sekat agama, partai, etnis, atau kemarin dia milih saya atau tidak. Kalau masih ada pejabat berpikiran begitu, maka itu bagian yang dikhawatirkan oleh malaikat di dalam Al-quran tadi. Pasti ujung-ujungnya akan buat kerusakan,” ucap Muhadjir.

Pada kesempatan itu, Muhadjir juga turut meminta agar siap-siaga bencana dilakukan secara spesifik berdasarkan wilayah dan potensi bencana yang akan terjadi. Sehingga edukasi yang diberikan dapat lebih tertanam di masyarakat. Termasuk diantaranya adalah memasukkan kurikulum kebencanaan ke dalam sekolah-sekolah yang perlu langsung menjelaskan kondisi dan potensi bencana yang dapat terjadi di area sekitar tempat tinggal siswa.

“Kalau bicara tentang bantaran sungai Bengawan Solo, maka itu pasti soal banjir. Jadi penyadarannya, edukasinya, konsentrasinya tidak usah panjang-panjang menceritakan tentang gunung meletus dan lain-lain, tetapi banjir saja,” tegas Muhadjir.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa acara puncak kegiatan HKB ini dilakukan di dua provinsi secara serentak di tujuh kabupaten/kota yang berada di Provinsi jawa Tengah dan Jawa Timur dengan melibatkan 2.950 warga.

Suharyanto menerangkan terdapat rangkaian agenda pada kegiatan tersebut, antara lain Sarasehan Masyarakat Sungai yang menghadiran para pelaku sungai di seluruh Indonesia, simulasi evakuasi yang dilakukan secara live streaming di tujuh kabupaten/kota, serta launching video pembelajaran “Desa Tangguh Bencana” dan “Panduan Rencana Kontijensi berbasis Anak”, dan buku “Masyarakat Sungai Bertutur”. Selanjutnya terdapat agenda penanaman pohon secara serentak di tujuh kabupaten/kota serta ditutup dengan panggung hiburan rakyat di Lamongan.

“Tahun ini kita laksanakan untuk wilayah area Sungai. Pada tahun 2022 kita laksanakan untuk masyarakat gunung. Harapannya ketika dicanangkan hari kesiapsiagaan untuk masyarakat sungai, khususnya untuk masyarakat di area Bengawan Solo dampak bencana banjir yang kemungkinan terjadi bisa diminimalisir, sebagaimana dulu di area gunung,” ucap Suharyanto.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya