Berita

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas berbicara dalam sebuah acara untuk memperingati peringatan 75 tahun Nakba di markas besar PBB di New York pada Senin, 15 Mei 2023/Net

Dunia

Hari Nakba ke-75, Palestina Desak PBB Tangguhkan Keanggotaan Israel

SELASA, 16 MEI 2023 | 19:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keanggotaan Israel di PBB dinilai telah menghalangi implementasi resolusi dan hukum internasional untuk kebebasan rakyat Palestina.

Oleh sebab itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak dukungan internasional untuk menaangguhkan keanggotaan Israel di PBB.

Ia menyerukan hal tersebut di sebuah acara PBB yang diadakan untuk memperingati 75 tahun Nakba atau Malapetaka di markas besar New York pada Senin (15/5).


"Kami menuntut hari ini, secara resmi, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi internasional, untuk memastikan bahwa Israel menghormati resolusi ini, atau menangguhkan keanggotaan Israel di PBB," tegasnya, seperti dimuat Yeni Safak.

Pemimpin Palestina itu menyebut PBB telah mengadopsi ratusan resolusi tentang rakyat Palestina sejak 1947, tetapi sejauh ini tidak ada satu pun resolusi yang diterapkan.

Dia juga menuduh AS dan Inggris hanya diam saat Israel membangun pemukiman ilegal di tanah Palestina.

"Inggris dan Amerika Serikat secara khusus memikul tanggung jawab atas Nakba rakyat Palestina, karena mereka mereka memutuskan untuk mendirikan dan menanam entitas lain di tanah air bersejarah kami untuk tujuan kolonial mereka sendiri, " kata Abbas.

Dalam kesempatan tersebut, Abbas tidak henti-hentinya menyerukan tanggung jawab masyarakat internasional untuk melindungi Palestina.

"Kami menjadi sasaran kekerasan setiap hari. Kami mengeluh setiap hari. Kami menyerukan kepada Anda setiap hari, tolong lindungi kami, tolong lindungi kami," ujarnya.

Nakba merupakan hari untuk memperingati sebuah peristiwa pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari rumah dan tanah mereka pada tahun 1948 setelah Israel berdiri.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya