Berita

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto/RMOL

Politik

Usai Dibekali KPK, Hadi Tjahjanto Ingatkan Jajaran Kementerian ATR/BPN untuk Hindari Perilaku Koruptif

SELASA, 16 MEI 2023 | 13:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto meminta jajarannya untuk menghindari perilaku-perilaku koruptif.

Hal itu disampaikan Hadi Tjahjanto, usai mengikuti pembekalan antikorupsi dalam program Paku Integritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (16/5).

"Kami dari Kementerian ATR/BPN menyambut gembira dan terima kasih kepada KPK, karena memberikan satu pembekalan antikorupsi untuk penyelenggara negara dan istri yang hari ini diikuti oleh pejabat eselon I dan nanti pejabat eselon I pun akan diberikan tambahan pembekalan," ujar Hadi kepada wartawan, Selasa siang (16/5).


Hadi mengaku, banyak yang disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dan para Deputi di KPK, salah satunya memberikan gambaran tentang perilaku koruptif.

"Oleh sebab itu pembekalan ini sangat penting untuk memitigasi niat-niat yang kurang baik. Terutama adalah di lingkungan keluarga sendiri," kata Hadi.

Hadi menegaskan, pembekalan antikorupsi dari KPK membuat jajaran Kementerian ATR/BPN memiliki komitmen untuk mencegah perilaku koruptif.

"Dan kami juga minta kepada Dirjen untuk terus memberikan perhatian kepada eselon-eselon di bawahnya, serta mengingatkan agar menghindari perilaku-perilaku koruptif tersebut," tegas Hadi.

Selain itu, Hadi juga berkomitmen mendukung KPK agar nantinya Indeks Antikorupsi Indonesia mengalami kenaikan di banding tahun-tahun sebelumnya.

"InsyaAllah kami berkomitmen untuk mendukung KPK, indeks antikorupsi di Indonesia terus naik, mudah-mudahan sampai ke level 60-70, itu adalah komitmen kita dari Kementerian ATR/BPN," pungkas Hadi.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya