Berita

Presiden Joko Widodo bersama Menhan Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kapolri dan sejumlah menteri saat acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, Senin (15/5)/Ist

Politik

Jokowi Minta Tanam Mangrove Tak Cuma Seremoni

SELASA, 16 MEI 2023 | 00:12 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Semua pihak diminta merawat tanaman mangrove yang ditanam di pesisir laut. Jangan sampai, tanaman mangrove hanya hidup sesuai seremoni penanaman saja.

Pesan yang disampaikan Jokowi bukan tanpa alasan. Awalnya, Jokowi menyapa sejumlah pimpiman Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ada di seluruh Indonesia, salah satunya di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Adalah Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad Kolonel Pnb Jajang Setiawan yang diberi kesempatan menjelaskan capaian penanaman mangrove.


"Penanaman mangrove di sepanjang pesisir timur Jalan Adisucipto sampai Lanud Raden Sadjad. Luas lahan 3500 meter persegi dengan jumlah bibit 2.500 pohon, 1.000 pohon sejak bulan Maret, 1.500 pohon pada hari ini," kata Jajang dalam layar video conference di acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, Senin (15/5).

Penjelasan itu pun dibalas oleh Jokowi dengan permintaan yang tegas untuk merawat tanaman mangrove.

"Yang paling penting setelah ditanam untuk semuanya setelah ditanam agar dilakukan perawatan dipantau," kata Jokowi.

"Jangan hidupnya waktu pas ditanam, tapi kemudian mati setelah ditinggal seumanya harus dirawat dipelihara," tegas Jokowi.

Penanaman mangrove secara serentak oleh jajaran TNI-Polri serta unsur masyarakat dilakukan di 370 lokasi yang tersebar di 37 provinsi dengan 1.100.169 (1 juta) bibit.

Rinciannya, matra Angkatan Darat menanam 572.669 bibit mangrove di 231 lokasi, Angkatan Laut menanam 443.700 bibit mangrove di 79 lokasi, dan Angkatan Udara menanam 83.800 bibit mangrove di 60 lokasi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya