Berita

Utusan Chin, Li Hui/Net

Dunia

Bersiap jadi Mediator, Utusan China akan Berkunjung ke Ukraina dan Rusia

SENIN, 15 MEI 2023 | 21:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

RMOL.  Dalam langkah menunjukkan komitmennya untuk mempromosikan perdamaian, utusan China tengah bersiap untuk berkunjung ke Ukraina dan Rusia pada Senin (15/5).

Dalam pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China, misi tersebut dijalankan oleh Li Hui, yang merupakan seorang diplomat dan mantan duta besar China untuk Moskow.

Dalam perjalanannya itu, Li dikabarkan juga akan berkunjung ke negara tetangga, yaitu Polandia, Prancis dan Jerman.


"Perjalanan itu mengungkapkan komitmen China untuk mempromosikan perdamaian dan negosiasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin, seraya mengatakan bahwa negaranya sedang berupaya untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, Beijing terus menggencarkan niatnya untuk memainkan peran sebagai mediator dalam perang antara kedua negara yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun itu.

Negara itu sebelumnya telah merilis rencana perdamaiannya pada Febuari lalu. Akan tetapi, rencana itu ditolak oleh para sekutu Ukraina, yang bersikeras menyebut bahwa Rusia harus lebih dulu mundur dari peperangan itu.

Berdasarkan laporan yang dimuat Alarabiya, Presiden Xi Jinping pun telah melakukan pembicaraannya dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy, dengan meminta presiden Kyiv itu untuk menyiapkan panggung dorongan diplomatik.

Meski China telah berhasil menjadi mediator antara Arab Saudi dan Iran, akan tetapi, para analis politik hanya melihat sedikit harapan bahwa negara itu akan berhasil mendamaikan Kyiv dan Moskow, karena kedua negara itu belum siap berhenti berperang.

Selain itu muncul keraguan peran netral yang dapat dimainkan oleh Beijing, karena negara itu disebut memiliki persahabatan yang erat dengan Moskow.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya