Berita

Foto para pemimpin ASEAN di hari kedua KTT ke-42 di Labuan Bajo, NTT pada Kamis, 11 Mei 2023/Ist

Bisnis

Perkuat Sentralitas, ASEAN Sepakat Gunakan Mata Uang Lokal

JUMAT, 12 MEI 2023 | 08:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penggunaan mata uang lokal merupakan bagian dari upaya ASEAN meningkatkan sentralitasnya sebagai organisasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Untuk itu, pada KTT ke-42 ASEAN yang digelar di Labuan Bajo, NTT,  dorongan kerjasama seluruh anggota untuk mekanisme pembayaran uang lokal kembali diangkat.

Dalam keputusan akhir para pemimpin ASEAN yang dikeluarkan pada (11/5), mereka setuju untuk mengintegrasikan ekonomi dan keuangan kawasan melalui penggunaan mata uang lokal.


"Kami berkomitmen untuk mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi ekonomi dan keuangan di antara Negara Anggota ASEAN," bunyi kesepakatan akhir para pemimpin ASEAN.

Dalam hal ini, ASEAN disebut telah mengadopsi "Deklarasi Para Pemimpin ASEAN tentang Memajukan Konektivitas Pembayaran Regional dan Mempromosikan Transaksi Mata Uang Lokal".

Itu bertujuan untuk memperdalam integrasi keuangan regional dan mendorong pengembangan pasar mata uang dalam mata uang lokal untuk memperkuat stabilitas keuangan di kawasan.

Sejauh ini, sudah ada 5 negara di Asia Tenggara yang memiliki kesepakatan pembayaran transaksi menggunakan mata uang lokal. Negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Mereka telah meneken kerja sama transaksi pembayaran lintas batas melalui kode QR, fast payment, data, hingga transaksi mata uang lokal.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya