Berita

Pemimpin kelompok tentara bayaran Rusia Wagner, Yevgeny Prigozhin

Dunia

Bicara Hal Buruk Tentang Kremlin, Bos Wagner Terancam Dijauhi Pemerintah Rusia

RABU, 10 MEI 2023 | 15:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kalimat sindiran dan kasar kembali dikeluarkan oleh pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin, berkaitan dengan kurangnya amunisi yang kerap ia gembor-gemborkan beberapa bulan terakhir.

Setelah mengaku telah dijanjikan pasokan senjata baru dari Kementerian Pertahanan Rusia, Prigozhin kembali mengkritik mereka lewat kata-kata kasar yang terekam melalui audio.

Dikutip dari The Jerusalem Post pada Rabu (10/5), Prigozhin merujuk pada sosok yang dia sebut "Kakek yang bahagia" yang berpikir bahwa semuanya baik-baik saja dengan kampanye militer.


"Tapi apa yang akan dilakukan negara, anak cucu kita yang merupakan masa depan Rusia? Dan bagaimana kita bisa memenangkan perang ini jika secara kebetulan, dan saya hanya berspekulasi di sini, ternyata kakek ini benar-benar bajingan," kata Prigozhin.

Komentar Prigozhin mengacu pada penolakan berkelanjutan pemerintah untuk memasok para tentaranya dengan peluru yang mereka butuhkan untuk mengambil kendali penuh atas kota Bakhmut.

Identitas sosok kakek yang dimaksud Prigozhin tidak jelas, hingga mengundang banyak spekulasi.

Prigozhin sebelumnya mencemooh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan kepala Staf Umum Valery Gerasimov. Tetapi hingga kini ia masih menghindari semua kritik pribadi terhadap Presiden Vladimir Putin.

Pernyataan terbaru dari Bos Wagner dinilai dapat membuatnya semakin dijauhi atau bahkan mendapat masalah dari Kremlin.

Belakang sikap Prigozhin dinilai tidak stabil, sebab sebelumnya ia sempat mengancam akan menarik pasukan Wagner dari Bakhmut karena kekurangan amunisi.

Tetapi beberapa hari kemudian sikap dan komentarnya berubah 180 derajat, di mana ia mengaku telah dipersenjatai kembali oleh Rusia, sehingga siap melanjutkan pertempuran.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya