Berita

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan/Net

Global

Turkiye Siap Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Perdamaian Sudan

RABU, 10 MEI 2023 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Krisis Sudan menjadi perhatian utama Pemerintah Turkiye, di mana Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan ia siap menjadi tuan rumah pembicaraan komprehensif perdamaian untuk negara yang sedang dilanda konflik itu.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan kepada Panglima Militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan saat keduanya melakukan panggilan telepon pada Selasa (9/5).

"Erdogan mengatakan Turkiye akan melanjutkan upaya berkoordinasi dengan PBB untuk memastikan bahwa kebutuhan kemanusiaan rakyat Sudan yang mendesak, akan terpenuhi," kata Direktorat Komunikasi Turkiye dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Anadolu Agency.


Erdogan juga mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya atas meningkatnya korban dari konflik bersaudara di Sudan.

"Evakuasi dan keamanan warga Turki di Sudan juga dibahas," menurut pernyataan itu.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Selasa bahwa Turkiye telah memindahkan semua pegawainya, ??terutama penjaga keamanan, dari kedutaan di Sudan dengan dukungan al-Burhan.

"Semoga Allah tidak menempatkan negara mana pun dalam situasi ini. Jika kami tidak mengubah keseimbangan di Libya, jalan-jalan di Tripoli akan tetap seperti ini hari ini. Kami juga berusaha menghentikan perang ini (di Sudan)," kata Cavusoglu di sebuah acara di Provinsi Antalya, selatan Turkiye.

Selama akhir pekan, kendaraan dinas Duta Besar Turki untuk Sudan Ismail Cobanoglu terkena tembakan di ibu kota Khartoum. Tidak ada korban yang dilaporkan, dan sumber tembakan belum jelas.

Ketidaksepakatan telah muncul dalam beberapa bulan terakhir antara tentara Sudan dan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) atas integrasi RSF ke dalam angkatan bersenjata, syarat utama dari perjanjian transisi Sudan dengan kelompok-kelompok politik.

Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak Oktober 2021, ketika militer membubarkan pemerintahan transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat dalam sebuah langkah yang dikecam oleh kekuatan politik sebagai kudeta.

Masa transisi Sudan, yang dimulai pada Agustus 2019 setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir, dijadwalkan berakhir dengan pemilu pada awal 2024 mendatang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya