Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Thaksin Shinawatra "Izin" Pulang ke Thailand, Ini Kata Rizal Ramli

SELASA, 09 MEI 2023 | 17:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rencana miliarder sekaligus mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra (73), untuk kembali ke negaranya pada Juli mendatang, mendapat beragam tanggapan.

Thaksin Shinawatra memutuskan pulang kampung setelah mengasingkan diri di luar negeri selama 17 tahun.

Salah seorang tokoh nasional Indonesia yang mengomentari rencana kepulangan Thaksin itu adalah Rizal Ramli.


Dalam pandangan Rizal Ramli, Thaksin dikenang rakyat Filipina sebagai orang pro petani dan pembangunan dari desa.

"Warisan Thaksin sebagai tokoh pro petani dan pembangunan pro-pedesaan, menggarisbawahi tiga kemenangannya," cuit Rizal Ramli di Twitter, Selasa (5/9).

Kemenangan yang dituliskan Rizal, salah satunya adalah kemenangan Yingluck Shinawatra menjadi Perdana Menteri Thailand pada periode 2011-2014.

"Saudara perempuannya memenangkan kursi Perdana Menteri Thailand," tulisnya.

Dalam cuitan di Twitter, Thaksin menggunakan kata "izin" untuk pulang ke Thailand sebelum hari ulang tahunnya. Tetapi tidak diketahui permintaan itu diajukan pada siapa.

"Sudah 17 tahun saya terpisah dari keluarga saya. Saya sudah tua. Saya minta izin lagi. Saya putuskan untuk pulang menengok cucu-cucu saya dalam bulan Juli, sebelum ulang tahun saya," ujar Thaksin, seperti dimuat Reuters.

Thaksin menjadi salah satu PM yang berpengaruh selama menjabat, sebelum akhirnya ia digulingkan dalam kudeta tahun 2006.

Pada 2008, ia mulai mengasingkan diri ke luar negeri untuk menghindari penjara karena penyalahgunaan kekuasaan, sebuah tuduhan yang disebut Thaksin bermotivasi politik.

Thaksin menghabiskan sebagian besar pengasingannya di Dubai atau di London, di mana ia menjadi terkenal karena membeli klub sepak bola Liga Premier Manchester City pada 2007.

Partai yang dikelola secara turun menurun oleh keluarga Thaksin, Pheu Thai, mengusung putri bungsunya, Paetongtarn, sebagai calon perdana menteri dan dilaporkan telah memimpin jajak pendapat menjelang pemungutan suara 14 Mei mendatang.

Hasil survei menunjukkan, partai-partai dalam koalisi dukungan militer yang berkuasa terpaut jauh dari Pheu Thai, termasuk partai Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, partai Persatuan Bangsa Thailand.

Chan-ocha merupakan seorang jenderal yang memimpin kudeta pada 2014 melawan pemerintah Yingluck Shinawatra, saudara perempuan Thaksin.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya