Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kanada Usir Diplomat China yang Terlibat Tindakan Intimidasi

SELASA, 09 MEI 2023 | 13:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kanada mengusir diplomat China, Zhao Wei,  dari negara itu yang diduga terlibat dalam tindakan intimidasi kepada anggota parlemen oposisi dan kerabatnya di Hong Kong.

Menteri Luar Negeri Melanie Joly mengeluarkan pernyataan tersebut pada Senin (8/5). Menurut Joly, Wei resmi menjadi "persona non grata" atau orang yang tidak diinginkan.

"Kami tidak akan mentolerir segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal kami. Diplomat di Kanada telah diperingatkan bahwa jika mereka terlibat dalam perilaku seperti ini, mereka akan dipulangkan," tulisnya.


Dimuat The Week, Selasa (9/5), keputusan tersebut dibuat setelah adanya laporan dari intelijen Kanada yang menuding diplomat Tiongkok itu berusaha melacak keluarga seorang anggota parlemen Kanada di Hong Kong, Michael Chong, pada 2021 untuk mengintimidasi mereka.

Intimidasi tersebut dilakukan setelah Chong mendukung mosi di parlemen yang menyatakan perlakuan China terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang merupakan tindakan genosida, yang telah dibantah oleh pihak China.

Atas pengusiran tersebut, kedutaan besar China di Ottawa melayangkan keberatannya dengan memperingatkan akan ada konsekuensi yang ditimbulkan dari pengusiran itu.

"Pihak China mengecam keras dan dengan tegas menentang ini dan telah mengajukan protes keras kepada pihak Kanada," bunyi pernyataan di situs kedutaan.

Pada pekan lalu, negara itu telah menuduh Kanada melakukan fitnah dan pencemaran nama baik atas laporan intelijen yang menyoroti perlakuan intimidasi diplomatnya tersebut.

Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menuturkan bahwa pengusiran tersebut telah dipikirkan secara matang karena merupakan keputusan yang serius dan signifikan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya