Berita

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Bela Jokowi, Anak Buah Mega Senggol Manuver Politik Presiden Terdahulu

SENIN, 08 MEI 2023 | 18:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keterlibatan pemimpin negara dalam urusan politik pemilihan presiden (Pilpres) dianggap wajar terjadi. Tidak hanya Presiden Joko Widodo, manuver politik juga dilakukan presiden terdahulu saat menyambut Pilpres.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam merespons sentilan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK yang menyindir manuver politik Presiden Jokowi saat mengumpulkan enam ketua umum partai politik di Istana Negara belum lama ini.

“Ya sebenarnya secara empiris, ini juga dilakukan oleh presiden sebelumnya," kata Hasto di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (8/5).


Bahkan menurut Hasto, hal serupa juga dilakukan oleh JK saat Pilpres 2019. Di masa itu, JK disebut terlibat langsung sebagai salah satu dewan pengarah bagi pasangan Jokowi-Maruf.

"Juga oleh Pak JK sekalipun, beliau (JK) kan menjadi dewan pengarah di dalam tim kampanye Pak Jokowi-Maruf,” sambung Hasto.

Oleh karenanya, anak buah Megawati Soekarnoputri ini menilai pernyataan JK soal manuver politik Jokowi hanya sekadar hak seseorang untuk berpendapat. Soal pertemuan Jokowi dan ketum parpol, Hasto pun menyebut hanya membahas tentang kepentingan bangsa.

"Sebagai pihak yang saat itu mendengar secara langsung dari Ibu Megawati, apa yang dibicarakan di Istana Negara itu betul-betul berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara ke depan,” katanya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya