Berita

Ganjar Pranowo saat mengunjungi Jember, Jawa Timur, Minggu (7/5)/Ist

Politik

Ngaku Sudah Kantongi Kunci Kemenangan Pilpres 2024 di Jember, Ganjar Pranowo: Tapi Rahasia

SENIN, 08 MEI 2023 | 05:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Untuk bisa memenangkan kontestasi Pilpres 2024, sejumlah strategi sudah disiapkan bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Strategi yang dirancang ini berdasarkan hasil analisis data perolehan suara capres-cawapres yang didukung PDIP pada Pilpres 2014 dan 2019 di Kota Jember.

"Khusus di Jember, pada peta hasil Pilpres 2014 tercatat Jokowi-Jusuf Kalla unggul di 28 kecamatan, sedangkan Pak Prabowo-Hatta Rajasa unggul pada tiga kecamatan saja. Itu karena hasil jerih payah panjenengan semua," sebut Ganjar Ganjar dalam agenda konsolidasi dan sosialisasi pemenangan Pilpres 2024 di GOR PKPSO Jember, Minggu (7/5).

Pada Pilpres 2014 di Jember, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh suara sebanyak 57,79 persen, sementara Prabowo-Hatta Rajasa mendapat 42,21 persen.


Kemudian pada Pilpres 2019, ketika Jokowi berpasangan dengan Maruf Amin dan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno, perolehan suara pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP juga unggul di 29 kecamatan.

"Perolehan suara Pak Jokowi naik satu kecamatan, yakni unggul di 29 kecamatan dengan perolehan suara 64,77 persen, sedangkan Pak Prabowo hanya menang pada dua kecamatan dengan perolehan suara 35,23 persen. Terjadi perbaikan perolehan suara," papar Ganjar.

Sehingga Gubernur Jawa Tengah itu menilai PDIP Jember mempunyai kekuatan untuk memenangkan Pilpres 2024 berdasarkan pengalaman sebelumnya. Untuk itu dia akan membantu memberikan strategi agar bisa memenangkan di seluruh kecamatan di Jember.

"Bagaimana nanti PDIP Jember bersama relawan bergerak, nanti akan saya sampaikan. Kunci kemenangan Pilpres 2024 ada dua hal, yakni tempatnya di mana dan siapa tokohnya, namun detailnya tidak akan saya sampaikan di sini, rahasia," tutup Ganjar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya