Berita

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menunggu restu Megawati Soekarnoputri untuk dampingi Ganjar Pranowo/Net

Politik

Kalau Masyarakat Mendukung, Megawati Bisa Restui Budi Gunawan untuk Dampingi Ganjar

SENIN, 08 MEI 2023 | 02:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Belakangan ini muncul sejumlah nama tokoh yang dinilai pantas mendampingi bakal calon presiden (Bacapres) PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Mulai dari Erick Thohir, Sandiaga Salahuddin Uno, hingga Budi Gunawan.

Dari nama-nama di atas, Dosen FISIP Universitas Udayana Bali, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, menilai nama Budi Gunawan paling menarik. Sebab berpeluang menjadi kuda hitam Cawapres Ganjar Pranowo.

"Nama Budi Gunawan jadi kuda hitam yang perlu diperhitungkan dalam kontestasi pendamping Capres Ganjar Pranowo," kata Efatha dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (7/5).


Efatha yang juga Sekretaris Jenderal Paguyuban Warga Timor-Timur (Pawatim) yang berkantor pusat di Denpasar ini lantas menyoroti sepak terjang Budi Gunawan.

Ia melihat Budi Gunawan merupakan mantan pati Polri yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik di bidang keamanan. Selama berkarier di kepolisian, Budi Gunawan dikenal sebagai sosok yang tegas dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Efatha juga tidak memungkiri Budi Gunawan memiliki jaringan dan pengaruh yang luas di lingkungan kepolisian.

"Hal ini dapat membantu dalam menjalankan fungsi-fungsi sebagai pendamping Ganjar nantinya terkait keamanan dan penegakan hukum yang lebih baik," sebut Efatha.

Keunggulan Budi Gunawan lain adalah kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kepercayaan Jokowi terhadap Budi Gunawan untuk memimpin Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 2016 tak bisa dipandang sepele.

Selain itu, modal penting yang tidak dimiliki kandidat lainnya adalah kedekatan Budi Gunawan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Budi Gunawan pernah jadi ajudan saat Bu Mega jadi Wapres dan Presiden. Jika desakan elemen masyarakat mencuat mendukung Budi Gunawan, sangat yakin Bu Mega akan restui dirinya sebagai Cawapres untuk dampingi Ganjar," kata Efatha.

Sehingga bagi Efatha, faktor keunggulan terakhir ini akan jadi modal utama daya tarik masyarakat Bali sebagai salah satu daerah basis utama PDIP untuk mendukung Budi Gunawan.

"Sebab fanatisme masyarakat Bali melihat bagaimana keberlanjutan trah Soekarno tetap terjaga, kuncinya adalah menempatkan Budi Gunawan sosok loyalis Bu Mega sebagai Cawapres," analisis Efatha.

Namun, menurut Efatha, keunggulan Budi Gunawan tersebut masih memerlukan pertimbangan lebih lanjut dalam konteks politik yang lebih luas pada kontestasi Pemilu 2024.

"Jika Budi Gunawan benar-benar terwujud sebagai Cawapres Ganjar, ini jadi ujian PDIP dapat meyakinkan parpol lain berkoalisi atau mengusung tunggal paslon ini," demikian Efatha.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya