Berita

Anies Baswedan saat sowan ke Pengasuh Ponpes Alqodiri, KH Ahmad Muzakky Syah/Ist

Publika

Satu Atap, Dua Capres

OLEH: MOCH EKSAN*
MINGGU, 07 MEI 2023 | 16:52 WIB

SABTU dan Minggu, 6-7 Mei 2023 ini sangat istimewa bagi masyarakat Jember. Dua calon presiden potensial dari Koalisi NasDem dan koalisi PDIP berkegiatan di Kota Seribu Pesantren ini. Anies Rasyid Baswedan menghadiri Haul Habib Sholeh Bin Muhsin Alhamid Tanggul yang ke-47. Sedangkan Ganjar Pranowo mengikuti Car Free Day di sekitar Alun-alun Kota Jember.

Kehadiran dua capres yang berasal dari Keluarga Besar Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) ini tak disangka jadwalnya bersamaan. Meskipun agenda acaranya berbeda. Yang satu ke haul dan yang satu lagi jogging. Mereka berdua pejuang fajar yang biasa bangun pagi mengawali kegiatan sehari-hari.

Selama kunjungan ke Jember, Anies dan Ganjar sama-sama bermalam di Hotel Aston yang beralamat Jalan Sentot Prawirodirdjo No.88, Telengsah, Jember Kidul, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68131. Di hotel Bintang 4 ini, banyak Satgas partai pengusung capres yang berjajar di depan dan disamping hotel.


Nampaknya juga para relawan capres yang tidak mau ketinggalan untuk barengi pemimpin idolanya. Mereka asyik bercengkrama, ngobrol bersama sambil diwarnai gelak tawa. Ternyata, perbedaan pilihan politik bukan halangan untuk berkomunikasi sesama orang Pandhalungan.

Kehadiran Anies dan Ganjar memberikan pesan damai dari daerah kelahiran KH Achmad Shiddiq yang melahirkan dua gagasan besar yang mengukuhkan Indonesia. Yaitu: konsep Triukhuwah dan Deklarasi Hubungan Islam Dan Pancasila.

Jember ini kota ukhuwah. Sebuah daerah yang menyemai persatuan bangsa di atas konsep ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan kebangsaan) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia).

Di Jember ini terdapat "Kampung Pancasila" yang guyub rukun. Mereka dengan keislaman dan kepancasilaannya hidup bersama dalam harmoni sosial. Tak ada cebong dan kampret. Mereka punya cita-cita yang sama demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Anies dan Ganjar beserta para pendukung seyogyanya menangkap pesan damai dari kunjungan ke Jember. Di tengah-tengah, tensi politik yang kian memanas. Seruan Anies maupun Ganjar sudah mengemas pesan damai tersebut. Agar para pendukungnya masing-masing tak saling membully, memfitnah, menyebar kebencian dan hoax. Gaya politik seperti ini merugikan NKRI itu sendiri.

Sayangnya, banyak para pendukung capres yang tak menggubris seruan di atas. Mereka menanggap capresnya hanya lips service, basa basi dan penuh pura-pura. Bagi mereka, panggung politik itu ada yang front stage (panggung depan) dan back stage (panggung belakang). Seni peran yang dimainkan antara dua panggung tersebut berbeda.

Secara teoritis, seni peran ini disebut dramaturgi oleh Erving Goffman. Suatu perspektif yang digunakan untuk menjelaskan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari layaknya pertunjukan teater. Tiap orang mengikuti alur cerita drama menjadi apa, bagaimana, dimana dan untuk apa. Sebuah peran seseorang yang dipertontonkan di hadapan banyak orang untuk meningkatkan citra diri dalam struktur sosial.

Jujur, Anies dan Ganjar sedangkan meningkatkan citra diri sebagai "seorang presiden" dalam teater kebangsaan menjelang Pilpres 2024. Keduanya memang pernah dan sedang memimpin daerah. Tapi apakah kinerja kepemimpinannya  cukup pantas dan layak menjadi pemimpin negeri ini? Nah, rakyatlah yang berhak untuk menilai siapa yang menjadi pemenang pada Pilpres yang luber dan jurdil.

Pemilu adalah mahkamah rakyat yang paling berkuasa untuk mengapresiasi dan memberi sanksi pada pemimpin yang berhasil atau gagal menjalankan amanah konstitusi. Anies dan Ganjar sedang menjalani fit and proper test di hadapan rakyat saat ini.

Di era keterbukaan, tidak ada satu pun privasi Anies dan Ganjar yang bisa ditutup-tutupi. Apalagi, keduanya termasuk pengguna Medsos yang suka membagi kegiatan pribadinya terhadap publik. Rakyat bisa menilai secara langsung profil, kinerja dan rekam jejaknya.

Anies di Twitter misalnya, dikuti oleh 4,8 juta. Sedangkan Ganjar di platform medsos yang sama, diikuti oleh 3,2 juta. Sementara, di Instagram, Anies diikuti oleh 5,9 juta. Sedangkan, Ganjar dikuti oleh 5,6 Juta.

Meskipun pengikut Anies lebih banyak daripada Ganjar di Twitter dan Instagram, namun Ganjar lebih aktif memposting kegiatan pribadinya daripada Anies. Sebagai ilustrasi posting di Instagram, sampai detik ini, Ganjar telah mem-posting 6.928 kali. Anies telah mem-posting 4.396 kali.

Berbagai data di atas, mengkonfirmasi kepada kita bahwa Anies dan Ganjar sama-sama membangun citra diri dalam Medsos. Namun, Ganjar lebih agresif daripada Anies. Tinggal, kita ini lebih suka yang agresif atau tidak?  Saya lebih suka Anies. Mungkin Anda lebih suka Ganjar. Biarlah, satu atap dua capres. Kekuasaan rakyatlah yang akhirnya yang menentukan segalanya.

*Penulis adalah Pendiri Eksan Institute

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya