Berita

Gedung Pertamina/Net

Publika

Tiga Langkah Pertamina di Tengah Galau Resesi

SABTU, 06 MEI 2023 | 12:32 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

MENGENAI sebab resesi tidak perlu diulas lagi, namun yang jelas ekonomi dunia ditopang oleh rezim 1971 petrodolar system akan segera diahiri. Jadi ketika pokok pohon ini rapuh, maka yang lain dahan-dahan, rating dan daun akan ikut berguguran.

Bagaimana Pertamina menghadapi ini. Rekan bisnis sejenis perusahaan multinasional sudah lama tidak terlalu sibuk mencari minyak. Tetapi lebih disibukkan mencari uang. Hasilnya kapitalisasi aset besar, utang besar, ekapansi masif di seluruh dunia.

Pertamina sekarang mengambil langkah yang baru dengan tiga langkah penting mengikuti rekan rekannya. Adapun langkah teraebut adalah:


1. Meminimalisir kerugian dalam menjual BBM pada saat harga minyak tinggi, atau bahkan mengupayakan keuntungan dengan memanfaatkan harga minyak rendah. Ini membutuhkan kelihaian. Kalau tidak maka bisnisnya nol.

2. Aktif menerbitkan global bond atau surat utang global. Langkah ini terlihat sejak tahun 2018 lalu. Hampir setiap tahun Pertamina mendapatkan global bond yang besar. Termasuk perusahaan nasional yang paling aktif dan sukses penerbitkan surat utang dalam rangka mendapatkan uang.

3. Melakukan IPO atau initial public offering atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, IPO adalah penawaran umum perdana saham. Tujuannya adalah untuk mencari uang yang banyak. Anak perusahaan Pertamina, yakni PGE telah melakukan IPO tahun ini, selanjutnya akan diikuti dengan IPO Pertamina Hulu Energi dengan taget perolehan uang yang banyak.

Ketiga langkah ini merupakan strategi menghadapi resesi global, resesi yang berujung pada gagal bayar utang.

Sebelumnya perusahaan nasional, yakni Garuda telah mengahadapi masalah ini terlebih dahulu. Garuda menangggung utang yang besar dan tidak mampu membayarnya. Sekarang resesi dihadapi oleh perusahaan dan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang tidak mampu bayar utang. Mereka AS adalah pengendali sistem petrodolar.

Mengapa tiga strategi ini penting bagi Pertamina? Gonjang-ganjing dunia, terutama penurunan harga minyak yang akan terjadi tahun tahun mendatang akan menekan keungan perusahaan, terutama kemampuan dalam membayar utang jangka pendek.

Laporan keuangan Pertamina memperlihatkan utang perusahaan sekitar 50 miliar dolar atau Rp 750 triliun. Fitch rating menyatakan bahwa Pertamina harus membayar utang jangka pendek senilai 7,6 miliar dolar atau sekitar Rp 114 triliun.

Dengan tiga strategi di atas maka diharapkan Pertamina tahun ini bisa memperoleh global bond 2-3 miliar dolar, dari IPO PHE mendapatkan dana sebesar 1,9 miliar dolar AS dan keuntungan Pertamina sendiri sebesar 4 miliar dolar.

Ketiganya cukup untuk mengatasi kemelut resesi tahun 2023 dan tahun 2024. Masih ada sisa sedikit buat ditabung.

Penulis adalah Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya