Berita

Upacara peringatan Perang Dunia II diadakan di tugu peringatan Treptow Park di Berlin, Jerman, pada 9 Mei 2022/Net

Dunia

Jerman Melarang Pengibaran Bendera Rusia dan Ukraina di Perayaan Hari Kemenangan

SABTU, 06 MEI 2023 | 09:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berlin melarang pengibaran bendera Rusia dan Ukraina di situs peringatan kota selama perayaan Hari Kemenangan yang akan berlangsung 8 dan 9 Mei mendatang.

Keputusan pelarangan disampaikan kepolisian Berlin dalam sebuah pernyataan pada Jumat (5/5) waktu setempat.

"Peringatan bermartabat dari gugurnya Tentara Soviet, yang, bersama dengan angkatan bersenjata lainnya, berkontribusi untuk membebaskan Jerman dan dunia dari kediktatoran Nazi, adalah fokus hari ini," kata polisi Jerman, seperti dikutip dari RT, Sabtu (6/5).


“Tindakan mengenang dan menghormati tugu peringatan dan monumen ini juga harus dilestarikan dengan latar belakang perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung,” kata polisi, seraya menambahkan bahwa hal itu tidak boleh diubah menjadi konflik atau argumen atas situasi yang sedang berlangsung saat ini.

Selain bendera nasional kedua negara, St. George Ribbons – simbol peringatan Perang Dunia II yang populer di Rusia – polisi juga melarang untuk mengejek seragam militer dan bagian-bagiannya, lagu-lagu militer dan mars, serta seruan yang cenderung memaafkan atau memuliakan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Duta Besar Ukraina untuk Berlin, Aleksey Makeev, mengecam pelarangan tersebut, khususnya bendera Ukraina dan menyebutnya sebagai pandangan yang sangat picik dan tidak berdasar. Dia kemudian meminta polisi untuk merevisi keputusan tersebut.

Sebuah Aliansi organisasi Ukraina di Jerman juga mengecam tindakan tersebut dengan mengatakan bahwa polisi Berlin mengirimkan sinyal politik yang salah dan kemudian menuduh penegak hukum melegitimasi perang pemusnahan Rusia dengan menyamakan simbolnya dengan simbol nasional Ukraina.

Mantan duta besar Kyiv untuk Jerman, Andrey Melnik, bahkan lebih blak-blakan saat mengkritik keputusan tersebut.

"Apakah kamu sudah gila?" kata diplomat kontroversial yang dikenal kerap menghina politisi dan pejabat Jerman selama masa jabatannya sebagai utusan.

Kemudian pada Jumat, Makeev, mengatakan dalam tweet singkat bahwa dia melakukan percakapan yang baik dengan polisi Berlin dan masalah tersebut telah diselesaikan, tanpa menjelaskan rinciannya. Dia hanya mengatakan akan berbicara kepada komunitas Ukraina pada Sabtu.

Berlin memiliki sebanyak 15 situs peringatan, termasuk tugu peringatan Perang Dunia II Soviet yang ikonis di Taman Treptower. Situs tersebut telah lama menjadi tempat berkumpul populer selama perayaan Hari Kemenangan.

Tahun lalu, otoritas kota mengambil keputusan serupa yang melarang bendera Rusia dan Ukraina. Pada saat itu, langkah tersebut juga menuai kecaman dari Ukraina dan bahkan dari beberapa media Jerman. Duta Besar Melnik saat itu menyebutnya sebagai keputusan memalukan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya