Berita

Enam ketum parpol berkumpul di Istana Negara/Net

Politik

Ujang Komarudin: Mestinya Bicara Politik Praktis di Rumah Makan Bukan di Istana Negara

JUMAT, 05 MEI 2023 | 15:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pertemuan enam partai politik di Istana Negara beberapa waktu lalu disayangkan banyak pihak. Pasalnya, Istana Negara merupakan simbol semua golongan, tidak seharusnya membicarakan politik praktis Pemilu 2024.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin berpendapat, tidak boleh Istana Negara dijadikan tempat untuk membicarakan politik praktis.

“Ya mestinya kalau mereka bicara kenegaraan boleh, kalau bicara kepentingan mereka, kepentingan kelompok, kepentingan partai, tidak boleh. Mestinya, dilakukan di luar istana,” kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/5).


Ujang menambahkan seharusnya Jokowi mengundang enam ketua umum partai politik untuk berbincang soal politik di rumah makan atau kantor partai politik masing-masing agar tidak menodai marwah Istana Negara.

“Bisa di kantor partai politik, di rumah makan, di rumah salah satu ketum itu. Seperti dulu lima partai bertemu di DPP PAN dengan Jokowi, itu sudah bagus, sudah pas, sangat tepat,” ujarnya.

Menurutnya, pertemuan enam ketum parpol dengan Jokowi di Istana Negara akan dikritisi banyak pihak.

“Tapi pertemuan enam partai kemarin malam itu, di Istana, kalau membicarakan politik praktis 2024, tentu tidak bagus tidak cocok tentu akan menjadi kontroversial dan akan banyak dikritisi publik,” tutupnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya