Berita

Ilustrasi/Net

Global

Diduga Langgar Privasi Pengguna, Facebook Terancam Sanksi Berat dari AS

KAMIS, 04 MEI 2023 | 22:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sanksi yang amat berat akan dijatuhkan pada pemilik Facebook Meta, jika aplikasi media sosial itu kembali melanggar komitmennya terhadap privasi pengguna.

Komisi Perdagangan Federal (FTC) yang berbasis di Washington membeberkan beberapa celah dan kelemahan dalam program privasi Facebook yang dinilai dapat menimbulkan risiko besar bagi publik.

Hasil penyelidikan FTC mengungkap kontrol pengawasan orang tua yang dimiliki Facebook dilaporkan masih tidak berjalan sebagaimana mestinya.


"Masih ada anak di bawah 13 tahun yang diizinkan mengakses obrolan atau konten orang dewasa," bunyi pernyataan FTC, seperti dikutip dari AFP pada Kamis (4/5).

Facebook, disebut FTC bahkan masih memberikan pihak ketiga akses ke informasi pengguna padahal telah berjanji memutus akses tersebut jika pengguna tidak menggunakan aplikasi selama lebih dari 90 hari.

Untuk itu, FTC mendesak agar Facebok berhenti meluncurkan produk baru sampai auditor independen memastikan kebijakan privasi perusahaan telah sesuai.

Jika Facebook tetap melanggar, FTC akan melarang perusahaan itu beroperasi di Amerika Serikat.

Pada 2018, FTC berhasil mengungkap kasus kebocoran data pribadi puluhan juta pengguna Facebook yang secara tidak benar berakhir di tangan Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang bekerja pada kampanye 2016 mantan Presiden Donald Trump.

Selama proses negosiasi tahun 2019, Facebook setuju untuk membayar denda 5 miliar dolar AS atau Rp 73 triliun kepada pemerintah atas pelanggaran privasi dan mengizinkan audit reguler memeriksa praktik privasinya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya