Berita

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

LSN: Prabowo Paling Layak Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi, Elektabilitas Tembus 36,5 persen

KAMIS, 04 MEI 2023 | 22:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dipandang sebagai tokoh yang paling tepat melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dalam survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN), Prabowo Subianto dipilih 22,7 persen respon untuk melanjutkan kepemimpinan Jokowi.

"Di bawah Prabowo, ada Ganjar Pranowo dengan pilihan 12,3 persen, dan Anies Baswedan 12,1 persen," ujar Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry dalam keterangan tertulis, Kamis (4/5).


Nama-nama berikutnya, Ridwan Kamil (5,4 persen), Erick Thohir (4,3 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (3,5 persen), Muhaimin Iskandar (3,4 persen), Mahfud MD (3,2 persen), Airlangga Hartarto (2,1 persen), dan Puan Maharani (1,8 persen).

"Ada pilihan tokoh lainnya 6,7 persen dan 22,5 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab," terang Gema.

Pilihan responden itu, lanjutnya, sejalan dengan simulasi tiga nama yang disiapkan. Hasilnya, Prabowo unggul 36,5 persen.

Sementara Ganjar Pranowo di peringkat kedua dengan elektabilitas 25,8 persen dan Anies Baswedan di angka 24.6 persen.

"Serta masih ada 13,1 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab," pungkasnya.

Survei digelar pada medio 25 April hingga 2 Mei 2023 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 1230 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara systematic random sampling.

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara melalui telepon dengan responden dipandu dengan kuisioner.

Sedangkan ambang kesalahan yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya