Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kucurkan Dana Puluhan Triliun, AS Masih jadi Pendonor Terbesar untuk Afghanistan

KAMIS, 04 MEI 2023 | 06:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pendonor terbesar di Afghanistan, bahkan setelah negara itu telah diambil alih oleh Taliban, sebagai bentuk dukungan AS untuk masyarakat di sana.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Inspektur Jenderal AS Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan, John F. Sopko pada Selasa malam (2/5) waktu setempat, dana sekitar 2,1 miliar dolar (Rp 30 triliun) tetap mengalir ke Afghanistan sejak Agustus 2021, yang dikhususkan untuk membantu masyarakat negara itu, dan bukan untuk mendukung Taliban.

“Sejak pengambilalihan Taliban, pemerintah AS berusaha untuk terus mendukung rakyat Afghanistan bukan untuk memberikan keuntungan bagi rezim Taliban,” kata John F. Sopko, seperti dimuat The Washington Post pada Rabu (3/5).


Namun dalam laporan yang disoroti inspektur jenderal itu, Taliban disebut menggunakan berbagai metode untuk mengalihkan dolar bantuan dari AS.

Selain itu, disebutkan bahwa Taliban telah memungut biaya pada organisasi nonpemerintah yang masih beroperasi di Afghanistan. Mereka juga telah memerintahkan LSM untuk memberikan bantuannya kepada personel Taliban sebelum kepada masyarakat yang lain.

Hal tersebut telah membuat para pejabat AS menyoroti kembali dana yang telah mereka berikan kepada Afghanistan yang seharusnya digunakan untuk masyarakat, dan bukan untuk perbendaharaan Taliban.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya