Berita

Potongan gambar dari video Anies Baswedan saat ceramah soal kepemimpinan di depan Jokowi/Repro

Politik

Kembali Beredar, Anies Ceramah di Depan Jokowi soal Kepemimpinan

SELASA, 02 MEI 2023 | 22:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Pemilu 2024, video lama Anies Baswedan saat masih menjabat Rektor Universitas Paramadina kembali beredar. Dalam video tersebut tampak hadir duduk bersama Anies yakni Joko Widodo dan Bima Arya.

Diskusi bertema "Menuju Good Government: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa" itu bertempat di Aula Nurcholis Madjid tertanggal 19 Februari 2014, sebelum Pilpres 2014.

Dalam video tersebut, Anies seolah tidak hanya memberikan kuliah umum kepada mahasiswa namun juga kepada Jokowi yang berkemeja warna putih yang hanya menundukkan kepalanya. Persis di sebelahnya ada Bima Arya yang kini adalah Walikota Bogor.


"2004 pak Jokowi jadi Walikota. Apa yang terjadi? upacara saja beliau tidak tahu," kata Anies seperti dikutip redaksi, Selasa (2/5).

Dalam video itu, Anies lalu membahas soal pentingnya visi dan misi. Namun semua itu akan sia-sia bila yang jadi pemimpinnya tidak bisa menjadi rujukan. Akibatnya daftar rencana itu hanya akan berlabuh di atas kertas.

"Agenda tidak otomatis jalan sendirian tapi agenda perlu eksekusi. Dan eksekusi membutuhkan orang yang melakukan (disebut) eksekutor," beber Anies.

Lebih jauh Anies menuturkan, jika Indonesia ingin lebih baik, maka tidak bisa diurus oleh satu atau dua orang pemimpin semata. Sebab ada 546 pemerintah daerah,157 Kementerian atau lembaga setingkat kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian dan non struktural, 140 BUMN, ada lebih perusahaan 490 perusahaan go publik dan ada 120 bank umum.

"Kalau di tempat yang sifatnya publik ini ada pemimpin baik, bisa dibayangkan efeknya untuk Indonesia seperti apa?" demikian Anies Baswedan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya