Berita

Asisten Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Raouf Mazou/Net

Dunia

PBB: Lonjakan Pengungsi Sudan Bisa Capai 815 Ribu Orang

SELASA, 02 MEI 2023 | 18:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Konflik militer Sudan yang berkepanjangan disinyalir akan menciptakan lonjakan pengungsi dengan jumlah yang amat luar biasa.

Menurut Asisten Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Raouf Mazou pada Selasa (2/5) mengatakan kemungkinan eksodus pengungsi dari Sudan ke negara tetangga akan bertambah hingga lebih dari 800 ribu orang.

"Badan memperkirakan eksodus pengungsi 815 ribu orang termasuk 580 ribu orang Sudan serta pengungsi asing yang sekarang tinggal di negara itu," kata Mazou, seperti dimuat The Jerusalem Post.


Mazao mengungkap jumlah populasi Sudan saat ini adalah 46 juta orang dan sejak pertempuran meletus pertengahan April lalu, telah ada 73 ribu orang yang melarikan diri ke negara lain seperti ke Chad, Sudan Selatan dan Ethiopia, atau berlayar melintasi Laut Merah ke Arab Saudi dengan perahu evakuasi.

Menurutnya, jumlah itu akan bertambah seiring dengan peningkatan eskalasi militer antara tentara Sudan dan paramiliter Rapid Suppor Force (RSF).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Sudan, telah ada sekitar 528 korban jiwa dan 4.5999 terluka akibat bentrokan senjata.

Meskipun beberapa kali kesepakatan gencatan senjata tercapai, tetapi serangan udara dan artileri masih menggema di langit-langit Khartoum.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya