Berita

Khader Adnan/Net

Dunia

Tiga Bulan Gelar Aksi Mogok Makan, Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel

SELASA, 02 MEI 2023 | 16:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Seorang tahanan asal Palestina bernama Khader Adnan dilaporkan meninggal dunia di sebuah penjara Israel usai melakukan aksi mogok makan selama 87 hari atau kurang lebih hampir tiga bulan.

Adnan dinyatakan tutup usia pada umur 45 tahun pada Selasa (2/5). Ia merupakan anggota kelompok militan yang dituduh Israel dengan dakwaan terorisme.

Berdasarkan informasi dari otoritas penjara Israel, Adnan menolak untuk menjalani tes medis dan menerima perawatan medis. Pria itu ditemukan tidak sadarkan diri di dalam selnya pada Selasa pagi, dan tidak sempat diselamatkan setelah dibawa ke rumah sakit.


Sementara itu, seperti dimuat LBC, pengacara Adnan, Jamil Al-Khatib menuduh Israel telah melakukan kelalaian medis, yang menyebabkan kliennya meninggal dunia.

“Setelah 36 hari penangkapan Adnan, kami menuntut agar dia dipindahkan ke rumah sakit sipil agar dapat ditindaklanjuti dengan baik. Sayangnya, permintaan seperti itu dipenuhi dengan sikap keras kepala dan penolakan oleh otoritas penjara Israel,” kata pengacara Jamil.

Kematian tokoh militan ini telah membuat hubungan Israel dan Palestina semakin menegang, dengan Jihad Islam kembali membunyikan lonceng perlawanannya untuk melawan Tel Aviv, yang terus menduduki wilayahnya.

“Pertarungan kita berlanjut dan musuh akan menyadari sekali lagi bahwa kejahatannya tidak akan berlalu tanpa tanggapan. Perlawanan akan berlanjut dengan segala kekuatan dan tekad,” kata Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataan.

Menurut Asosiasi Tahanan Palestina, Adnan telah ditahan oleh Israel sebanyak 12 kali sejak 2004 lalu, ia menghabiskan waktu sekitar delapan tahun di penjara, karena dituduh telah berafiliasi dengan kelompok teror dan kelompok penghasut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya