Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Jangan Mendaur Ulang Kebodohan

OLEH: MUKHAER PAKKANNA*
SENIN, 01 MEI 2023 | 16:27 WIB

DENDANG politik mulai disuguhkan para elite politik yg berkumpul di partai-partai politik (parpol) besar. Masing-masing parpol sedang mencari frekuensi dan tone yang sama terutama dalam merebut kemenangan pemilihan Presiden-Wapres 2024.

Bagi publik, kita perlu berkaca pada Pilpres 2019, energi publik diperas dan diseret pada keterbelahan politik akibat pilihan yang berbeda. Dan residunya hingga saat ini masih mengakar di benak publik, kendati para aktor-aktor elite politik pada 2019 sudah akur “bercumbu”, tertawa terbahak-bahak bersama. Para elite politisi itu tidak perduli, apakah residu itu masih bersamayam atau tidak.

Saat ini, 2023, publik dipertontonkan lagi dengan agenda setting yang sama, Keterbelahan laten pun mulai menyeruak. Di pelbagai grup WA, Twitter, dan medsos lainnya, simptom itu mulai berkabar ke publik.


Saling sumpah serapah mulai menonjol, saling mengerdilkan dan menghina anginnya sudah terasa menguat.

Identitas suku, etnis, agama, trah, dan lainnya mulai dieksploitasi dan diseret-seret sebagai “bahan bakar empuk” pemantik untuk saling menjatuhkan. Padahal di grup-grup medsos itu, tampaknya belum ada yang resmi sebagai afiliator pasangan calon pilpres, karena memang belum ada yang resmi dideklarasikan.

Memang, publik yang cerdas tentu harus berkaca pada masa lalu. Kita tidak ingin kembali sebagai “keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali”. Dan galibnya, keledai itu hanya dijadikan kuda tunggangan.

Apakah kita ingin kembali menjadi keledai yang bodoh alias globlok? Aktor-aktor penunggangnya saat ini belum banyak berubah. Bohir alias penyandang dana alias investor politiknya belum banyak berubah. Oligarkinya sama. Semua masih menggunakan topeng2 kepalsuannya.

Janganlah mendaur-ulang kebodohan lagi! Sudahilah saling caci-maki.

Saya teringat ucapan filsuf Spanyol George Santayana (1863-1952): “...Mereka yang tidak mengambil pelajaran dari sejarah, maka mereka ditakdirkan untuk mengulanginya,”  

Tentu, saya ingat pula pesan Nabi: “Seorang mukmin tidak akan masuk ke dalam lubang yang sama dua kali.” (Shahih Muslim No. 5317).

*Penulis adalah Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD)

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya