Berita

Kapal pendukung kapal selam Rusia SS-750/Net

Dunia

Kapal Selam Rusia Terdeteksi di Dekat Nord Stream Sebelum Meledak

SENIN, 01 MEI 2023 | 10:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pelaku pengeboman pipa gas Nord Stream yang meledak September tahun lalu masih belum diketahui dan ditetapkan hingga saat ini.

Kendati demikian, banyak laporan dan asumsi yang menduga pelaku sabotase merupakan kelompok pro-Ukraina, meskipun tidak ada bukti nyata keterlibatan Presiden Volodymyr Zelensky atau letnan utamanya.

Baru-baru ini, kabar cukup mencengangkan datang dari surat kabar Denmark, Dagbladet Information, yang mengungkap kehadiran kapal pembawa kapal selam Rusia SS-750 di dekat Nord Stream hanya empat hari sebelum ledakan.


Kapal Patroli Denmark P524 Nymfen yang mendeteksi dan memfoto kapal tersebut mengungkap jenis kapal selam yang dibawa SS-750 milik Rusia adalah kapal selam kecil jenis AS-26 Priz.

"Kapal kecil itu dirancang untuk melakukan operasi bawah air dan mampu memindahkan kargo seberat hingga 50 kilogram di bawah air," bunyi laporan Denmark, seperti dikutip dari The Jerusalem Post pada Senin (1/5).

Merujuk pada kapasitas yang mampu dilakukan AS-26, Kapten Korvet Denmark dan Analis Militer Johannes Riber menduga bahwa kapal mampu menimbulkan kebocoran di Nord Stream dengan sengaja.

"Itu akan menjadi penjelasan yang paling masuk akal sejauh ini untuk apa yang terjadi pada jalur pipa Nord Stream," ujarnya.

Komando pertahanan Norwegia mengonfirmasi kebenaran adanya 26 gambar kapal Rusia yang diambil dari kapal patroli Denmark.

Kendati demikian, hingga saat ini mereka menolak untuk memberikan akses ke foto tersebut dan tidak menyebutkan kapal mana yang difoto.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya