Berita

Anies Baswedan-Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo/Repro

Politik

Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Meningkat, Ganjar dan Anies Turun

MINGGU, 30 APRIL 2023 | 16:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tren elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan turun dari semua simulasi nama calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia. Sementara untuk elektabilitas Prabowo Subianto terus meningkat.

Hal itu disampaikan oleh peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei nasional berjudul "Korelasi antara Approval Rating Presiden dan Dukungan atas Capres dan Partai Politik Jelang 2024" melalui virtual, Minggu (30/4).

Burhanuddin mengatakan, dari simulasi 35 nama, muncul tiga nama teratas. Yaitu, Ganjar Pranowo di angka 27,5 persen, Prabowo Subianto di angka 25,1 persen, dan Anies Baswedan di angka 18,8 persen.


"Jadi Ganjar Pranowo ini memang survei dilakukan setelah sekian minggu ada insiden atau drama terkait dengan pembatalan piala dunia, dan sebelum nominasi resmi Ganjar Pranowo sebagai capres PDI Perjuangan. Kalau di survei telepon, penurunan elektabilitas Ganjar lebih tinggi," ujar Burhanuddin seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (30/4).

Dalam tren simulasi 35 nama, elektabilitas Ganjar menurun di banding Maret 2023. Di mana pada Maret 2023, elektabilitas Ganjar berada di angka 30,8 persen.

"Tapi yang menarik, elektabilitas Anies Baswedan yang tidak ikut kontroversi berkaitan sama Piala Dunia itu, itu juga turun. Penjelasan kami, lagi-lagi berkaitan dengan approval rating presiden Jokowi. Karena Approval rating presiden Jokowi naik 5 poin di banding bulan Maret, maka capres yang menjual narasi perubahan itu ikut tertekan, apalagi kan beliau dianggap capres antitesa," kata Burhanuddin.

Elektabilitas Anies mengalami penurunan di banding Maret 2023 di angka 21,7 persen. Sedangkan elektabilitas Anies pada April 2023 berada di angka 18,8 persen.

"Menjadi kabar baik buat Pak Prabowo di sini. Dia naik sendiri di sini, meskipun masih di bawah Ganjar Pranowo," terang Burhanuddin.

Meskipun berada di posisi kedua dari simulasi 35 nama, elektabilitas Prabowo mengalami peningkatan di banding bulan sebelumnya. Para Maret 2023, elektabilitas Prabowo di angka 21,7 persen. Sedangkan pada April 2023, elektabilitas Prabowo di angka 25,1 persen.

Tak sampai di situ, posisi tiga nama teratas juga sama pada simulasi 20 nama, Ganjar 26,8 persen, Pranowo 25,7 persen, dan Anies 18,8 persen.

"Ini 20 nama. Polanya tidak berubah, Ganjar Pranowo diperingkat pertama tapi tidak signifikan di banding Pak Prabowo. Artinya, kita tidak tau nih siapa yang unggul, apakah Ganjar atau Pak Prabowo. Karena selisihnya dalam margin of error. Anies Baswedan 18,8. Ridwan Kamil 6,5 dan seterusnya. Ini trennya, trennya sama. Jadi sama dengan simulasi sebelumnya. Di 3 besar Ganjar turun, Anies turun, Prabowo naik," jelas Burhanuddin.

Hasil dari dua simulasi di atas juga sama ketika dilakukan simulasi 10 nama. Peringkat dan tren peningkatan dan penurunan elektabilitas Ganjar, Prabowo, dan Anies juga sama.

Sedangkan untuk simulasi tiga nama, peringkat dan trennya juga sama dengan simulasi sebelumnya. Di mana, Ganjar diperingkat pertama dengan angka 34 persen, lalu disusul Prabowo 31,7 persen, dan Anies 25,2 persen.

Sedangkan trennya, pada Maret 2023 elektabilitas Ganjar 36,8 persen, turun menjadi 34 persen pada April 2023. Lalu untuk Anies juga turun, dari 26,7 persen pada Maret 2023, menjadi 25,2 persen pada April 2023. Sedangkan Prabowo Subianto elektabilitasnya meningkat, para Maret 2023 27 persen, meningkat menjadi 31,7 persen pada April 2023.

"Jadi saya bisa mengatakan meskipun ada dinamika di bulan April, tapi ketiga calon masih punya potensi unggul. Artinya, tiga nama ini tidak ada yang menang satu putaran. Apakah Mas Anies tren penurunannya membuat kansnya hilang? Belum tentu. Kita harus menunggu lebih sabar, karena masih ada 10 bulan ke depan. Karena selisih mas Anies dengan dua capres di atasnya juga tidak jauh," pungkas Burhanuddin.

Survei yang dilakukan pada 11-17 April 2023 ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya