Berita

Kantor Pertamina/Net

Publika

Pertamina, Untung Besar, dan Kesempatan Berburu Utang

MINGGU, 30 APRIL 2023 | 12:41 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

ZAMAN sekarang mendapatkan utang bukan hal yang mudah. Baru-baru ini lembaga keuangan Amerika Serikat (AS) telah membatalkan rencana untuk memberi utang bagi pembangunan kilang Pertamina. Ini mungkin bukan murni masalah keekonomian, tapi juga masalah geopolitik.

Namun, tampaknya ini bukan masalah serius bagi pertamina, perusahaan yang menjadi tulang punggung pemerintah dalam menyalurkan BBM subsidi ini masih menyisakan kesempatan lain, yakni menerbitkan utang dalam bentuk global bond secara besar besaran. Prestasi menerbitkan global bond telah dibuktikan dalam 5 tahun terakhir.

Kemampuan Pertamina dalam meraih utang dalam bentuk global bond patut diacungi jempol. Pertamina adalah salah satu perusahaan di tanah air yang sangat aktif dalam menciptakan utang berbunga cukup lumayan ini. Sama dengan global bond yang didapatkan oleh pemerintah. Keterikatan kuat dengan pemerintah ini selalu menjadi pertimbangan lembaga pemeringkat utang dalam memberikan rating pada Pertamina.


Jika diamati kemampuan Pertamina dalam memperoleh laba seiring sejalan dengan kemampuan untuk mengejar global bond ini. Meskipun peningkatan global bond dalam beberapa waktu terakhir lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mendapatkan laba dari memproduksi, mengolah dan melakukan penjualan minyak .

Jadi dengan peningkatan laba yang cukup fantastis sebagaimana yang diumumkan pertamina pada tahun 2022 yang hampir mencapai 50 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya akan dipandang menjadi kesempatan untuk menciptakan global bond dalam jumlah yang lebih besar.

Ini juga berkaitan dengan IPO besar besaran setelah sub holding perusahaan minyak ini. Tentu saja IPO perusahaan akan diikuti dengan cepat olah usaha dalam mendapatkan utang dari pasar keuangan. Kesempatan ini telah dibuktikan dengan IPO Pertamina Geothermal Energi (PGE) yang langsung diikuti dengan penerbitan global bond. PGE telah mendapatkan rating dari lembaga Pemeringkat internasional yang dipandang akan menjadi sumber uang bagi pertamina diluar usaha minyak.

Baru-baru ini Pertamina telah secara resmi mempublikasikan laporan keuangan. Tampak dari sana peningkatan pendapatan paling besar berasal dari pendapatan lain lain atau bukan dari pendapatan menjual BBM di dalam dan ke luar negeri. Pendapatan lain lain meningkat lebih dari 250 persen. Pendapatan dari jual BBM meningkat secara wajar sejalan dengan peningkatan harga minyak dalam tahun 2022.

Jadi gambaran dalam laporan keuangan pertamina tersebut membuka pemahaman baru di dalam perusahaan bahwa pendapatan dari menjual BBM tidak lagi menentukan. Perusahaan mungkin ke depan akan lebih terfokus mencari uang ketimbang memproduksi atau memperdagangkan BBM. Kesempatan tersebut terbuka lebar melalui IPO dan global bond.

Penulis adalah peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya