Berita

Politikus senior Partai Golkar, Ridwan Hijsam/Ist

Politik

3 Bacapres Masih Jomblo, Politikus Senior Golkar Usulkan 4 Nama Ini sebagai Pendamping

MINGGU, 30 APRIL 2023 | 00:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Partai Golkar diharapkan mendorong empat kader seniornya untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pada gelaran Pemilu 2024.

Empat politisi senior itu adalah Aburizal Bakrie (ARB), Akbar Tandjung (AT), Agung Laksono (AL), dan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

"Mereka bisa menjadi Cawapres mendampingi tiga kandidat Capres 'jomblo' yang sudah dideklarasikan oleh parpol. Golkar harus aktif membangun koalisi," ujar politikus senior Partai Golkar, Ridwan Hijsam, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (29/4).


Ridwan mengatakan, empat kader senior terbaik Golkar itu sangat layak mendampingi Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto yang hingga saat ini belum memiliki pasangan.

"Mengapa saya usulkan beliau? Golkar tidak mau terjebak dalam euforia politik identitas. Kami berpandangan jauh ke depan untuk kesinambungan pembangunan Indonesia menjadi negara maju pada 2040," tutur Ridwan.

Selain itu, empat kader senior Golkar itu sangat berpengalaman, berintegritas, dan masing-masing memiliki kelebihan. Sesuai doktrin Partai Golkar, karya kekaryaan untuk bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memastikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak bubar, meski Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (Capres).

Pernyataan ini disampaikan Airlangga setelah melakukan pertemuan dengan Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, di Widya Candra, Jakarta, Kamis malam (27/4).

Sikap PPP yang mendeklarasikan Ganjar sebagai bakal Capres pada Pemilu 2024 tidak menggoyahkan KIB. Airlangga dan Zulhas telah menerima penjelasan langsung dari Mardiono.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya