Berita

Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan rudal di Uman, Ukraina/Net

Dunia

Kecam Serangan Rudal Rusia, Ukraina Sebut Putin Kanibal Haus Darah

SABTU, 29 APRIL 2023 | 15:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan rudal mematikan Moskow yang menewaskan puluhan warga sipil Ukraina telah memantik kemarahan Kementerian Pertahanan Ukraina (MoD), menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai kanibal yang haus darah.

Rusia meluncurkan serangkaian serangan rudal yang menghancurkan yang menyerang beberapa sasaran sipil di Ukraina pada dini hari Jumat (28/4). Sedikitnya 25 orang tewas, termasuk lima anak. Serangan itu terjadi di tengah eskalasi serangan udara Moskow baru-baru ini di Ukraina.

Korban terparah dirasakan di Kota Uman, Ukraina tengah, di mana para pejabat mengatakan bahwa serangan rudal di sebuah gedung apartemen berlantai sembilan menyebabkan 23 warga sipil tewas, termasuk empat anak.


Sebuah posting Telegram dari Gubernur Daerah Serhiy Lysak menyebutkan bahwa seorang wanita berusia 31 tahun dan putrinya yang berusia 2 tahun juga tewas dalam serangan di kota Dnipro, Ukraina timur.

Di Twitter, Kementerian Pertahanan Ukraina mengutip kematian di Dnipro sebagai bukti bahwa Putin yang kanibalistik dan haus darah tidak akan pernah merasa cukup untuk membunuh warga sipil

"Seorang ibu dan putrinya yang berusia dua tahun dari Dnipro meninggal hari ini," cuit kementerian tersebut di samping foto Putin, seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (29/4).

"Dan makhluk itu. Sepertinya dia tidak akan pernah merasa cukup. Dia mengharapkan kesepakatan damai lagi. Tapi ingat, kanibal bernegosiasi dan kemudian makan lagi," lanjutnya.

Dan untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan, Kyiv juga menjadi sasaran serangan rudal, meskipun tidak ada sasaran yang terkena, menurut Associated Press. Para pejabat mengatakan bahwa 11 rudal jelajah dan dua drone berhasil dicegat di atas kota.

Di Facebook, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menggambarkan serangan itu sebagai teror rudal Rusia, menuduh Kremlin melanggar hukum internasional dengan menargetkan warga sipil.

"Federasi Rusia kembali meluncurkan serangan rudal besar-besaran terhadap fasilitas sipil dan bangunan tempat tinggal," tulis pos tersebut.

"Sayangnya, ada serangan yang membunuh dan melukai warga sipil," lanjutnya.

"Setelah gagal mencapai hasil yang diinginkan di medan perang, agresor Rusia dengan sinis terus menggunakan taktik teror yang melanggar aturan Hukum Humaniter Internasional," tambah postingan itu.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan di Telegram bahwa militer telah meluncurkan serangan rudal berbasis udara jarak jauh presisi tinggi, menambahkan bahwa tujuan serangan telah tercapai dan semua target yang ditugaskan telah dinetralkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya