Berita

Petugas menggali tanah pertanian di hutan Shakahola, untuk melakukan pencarian mayat korban sekte sesat di Kenya /Net

Global

Pencarian Diperluas, Korban Tewas Sekte Sesat Kenya Mencapai 90 Orang

KAMIS, 27 APRIL 2023 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Korban tewas para penganut sekte sesat pimpinan pendeta Paul Mackenzie Nthenge di Kenya terus bertambah hingga menyentuh angka 90 jiwa pada Rabu (25/4) waktu setempat.

Penemuan terbaru sesuai dengan pencarian yang diperluas, yang dilakukan petugas di sebuah peternakan milik Mackenzie Nthenge yang diduga menjadi kuburan massal bagi para pengikutnya yang rela kelaparan demi bertemu Yesus.

Angka baru muncul setelah polisi menggali dan menemukan 17 jenazah lagi.


Sementara untuk jumlah total orang yang diselamatkan mencapai 34 orang. Angka terakhir dari Palang Merah Kenya tentang jumlah orang hilang adalah 213 orang.

Mackenzie Nthenge, yang mengepalai gereja Good News International, dituduh memikat para pengikutnya ke peternakannya di dekat kota pesisir Malindi. Dia menyuruh jamaah untuk berpuasa sampai mati untuk bertemu Tuhan sebelum menguburkan mereka di kuburan dangkal yang tersebar di lahan miliknya.  

Mackenzie Nthenge ditangkap setelah polisi menggerebek properti itu awal bulan ini, dan dia tetap dalam tahanan polisi sambil menunggu pemeriksaan di pengadilan.

Menteri Dalam Negeri Kithure Kindiki mengatakan tim keamanan akan meningkatkan misi pencarian dan penyelamatan untuk menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin.

“Seluruh 800 acre (320 hektar) bidang tanah yang merupakan bagian dari peternakan Shakahola dengan ini dinyatakan sebagai Tempat Kejadian Perkara dan zona operasi,” kata Kindiki saat mengunjungi daerah tersebut, seperti dikutip dari The Guardian.

Menteri mengatakan akan ada titik balik tentang bagaimana negara menangani ancaman yang disebabkan oleh ekstremisme agama dan sedang menyelidiki dugaan aliran sesat lain di daerah yang sama.

“Kami telah menyebarkan jaring lebih luas ke organisasi keagamaan lain di sini di Kilifi. Kami telah membuka penyelidikan formal pada kelompok agama ini dan kami mendapatkan petunjuk penting yang mungkin (ini) adalah puncak gunung es," kata Kindiki.

Tim yang menggali di situs tersebut menemukan mayat yang membusuk terkubur secara massal, beberapa ada yang dikubur terpisah dengan ditandai salib.

Jamaah lainnya, yang tinggal di rumah berdinding lumpur di dalam peternakan, berusaha melarikan diri saat aparat dan tim penyelamat datang. Kebanyakan mereka yang tidak dapat berjalan atau berbicara setelah melakukan puasa berminggu-minggu dan berada dalam kelaparan akut, telah diselamatkan.

Untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban, kelompok Muslim untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Mombasa meminta pemerintah untuk mempertimbangkan opsi menggunakan pengawasan udara dengan menggunakan helikopter.

Kasus kematian massal yang menggegerkan dunia ini adalah kasus terburuk yang tercatat di Kenya yang diakibatkan oleh sebuah kepercayaan sesat.

Mackenzie Nthenge pernah ditangkap sebelumnya, yakni pada 2019 dan Maret tahun ini dalam kasus yang berhubungan dengan kematian anak-anak. Namun ia selalu lolos dari jeruji dan bebas dengan jaminan, sementara kedua kasus tersebut masih diproses melalui sistem pengadilan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya