Berita

Paul Mackenzie Nthenge/Net

Dunia

Ini Sosok Mackenzie Nthenge, Pendeta Ajaran Sesat yang Membunuh Puluhan Jamaah lewat Kelaparan Bersama

SELASA, 25 APRIL 2023 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penemuan puluhan mayat pengikut aliran sesat di Kenya mengejutkan banyak pihak. Mayat-mayat itu dikubur dalam satu lubang di hutan di desa Shakahola.

Mereka sebelumnya adalah jamaah di bawah pengaruh pendeta Paul Mackenzie Nthenge. Mereka tewas setelah aksi kelaparan bersama.

Desa Shakahola adalah wilayah yang berdebu, berangin, dan panas, dengan terik matahari yang memanggang. Letaknya sekitar 70 kilometer dari surga wisata Malindi di Kabupaten Kilifi, tempat 'pendeta' Mackenzie menganggap tanah sucinya.


Mackenzie, sebenarnya bukan orang baru. Enam tahun lalu dia pernah didakwa dalam kasus yang sama, yaitu menyebarkan ajaran sesat.

Muncul pernyataan, mengapa "Pembantaian Hutan Shakahola" yang menewaskan 73 orang pengikutnya itu, tidak terdeteksi sebelumnya?

Ketua Senat Amason Jeffah Kingi menyampaikan keheranannya, bagaimana kejahatan keji seperti itu, yang diatur dan dieksekusi selama periode waktu tertentu, bisa lolos dari radar sistem intelijen.

“Bagaimana 'pendeta' ini mengumpulkan begitu banyak orang, mengindoktrinasi, mencuci otak dan membuat mereka kelaparan sampai mati, atas nama puasa, dan kemudian mengubur mereka di hutan tanpa terdeteksi?” tanyanya, seperti dikutip dari The Standart, Senin (24/4).

Ia menambahkan bahwa mengapa sekte itu dapat terus beroperasi padahal Nthenge telah menjadi target polisi sebelumnya.

"Kengerian yang terungkap yaitu kematian kultus Shakahola harus dan harus menjadi peringatan bagi bangsa, khususnya Badan Intelijen Nasional (NIS) dan program kepolisian komunitas kami," tegasnya lagi.

Mackenzie Nthenge dan istrinya Joyce Mwikamba, mendirikan gereja pada tahun 2003 sebagai pusat penginjilan kecil.

Ketika gereja mulai berkembang, pasangan tersebut memindahkannya ke desa Migingo di Malindi. Tak lama, Mackenzie kembali memindahkan gerejanya ke Shakahola pada Agustus 2019 dengan alasan perlu memulai hidup baru.

Salah satu cara Mackenzie Nthenge mengumpulkan pengikut sekte adalah dengan meyakinkan jemaatnya bahwa dia memiliki kemampuan untuk berbicara langsung kepada Tuhan.

Mackenzie memanipulasi penduduk setempat melalui ajaran agama ekstrem yang menyimpang. Ia dulunya adalah  televangelis, penginjil yang kontroversial, yang saat ini dalam penyelidikan ketat karena diduga memberitakan doktrin berbahaya yang mendorong para pengikutnya mati kelaparan agar bisa mencapai surga lebih cepat.

Mackenzie Nthenge pernah ditangkap pada tahun 2017 atas tuduhan “radikalisasi” setelah mendesak keluarga di Kenya untuk tidak menyekolahkan anak mereka, mengatakan bahwa pendidikan tidak diakui oleh Alkitab.

Diketahui bahwa Mackenzie Nthenge memiliki lagu Injil yang diberi nama Antikristus di mana dia mengklaim bahwa Gereja Katolik, AS, dan PBB adalah agen Setan.

Dia ditangkap kembali pada Maret, menurut media lokal, setelah dua anak mati kelaparan dalam tahanan orang tua mereka, tgetai kemudian dibebaskan.

Awal tahun ini, dia memaksa jemaahnya untuk menjual semua yang mereka miliki, lalu menyerahkan uang hasil penjualan itu kepadanya, dan memaksa mereka untuk melakukan puasa sampai mati kelaparan agar bisa bertemu Tuhan.

Sementara pengikut gereja mati kelaparan, pendeta itu justru makan dengan normal dan tinggal bersama keluarganya di kompleks yang terjaga keamanannya di Migingo.

Kejahatan tersebut terungkap setelah adanya laporan orang hilang setelah mengikuti gereja pimpinan Mackenzie Nthenge.

Mackenzie Nthenge yang akhirnya ditangkap pada 14 April, akan diadili di depan Pengadilan Hukum Malindi tetapi tidak dituntut setelah polisi meminta waktu untuk menyelesaikan penyelidikan. Pengadilan mengizinkan polisi untuk menahannya selama 14 hari.

Laporan intelijen menunjukkan bahwa Mackenzie Nthenge memiliki kaki tangan dari gereja lain yang sedang diselidiki polisi.

Sekretaris Kabinet Dalam Negeri Kithure Kindiki mengatakan bahwa pembantaian hutan Shakahola adalah pelanggaran paling jelas terhadap hak asasi manusia yang diabadikan secara konstitusional atas kebebasan beribadah.

Hussein Khalid, seorang anggota kelompok hak asasi Haki Afrika yang memberi tahu polisi atas tindakan gereja tersebut, mengatakan salah satu dari mereka yang diselamatkan menolak untuk makan meskipun jelas-jelas mengalami tekanan fisik.

"Saat dia dibawa ke sini, dia benar-benar menolak untuk diberikan pertolongan pertama dan dia menutup mulutnya dengan tegas, pada dasarnya menolak untuk dibantu, ingin melanjutkan puasanya sampai dia meninggal," katanya kepada AFP.

Direktur Kejaksaan Noordin Haji menegaskan akan mendakwa Mackenzie Nthenge dengan radikalisasi dan terorisme.

Uskup Keuskupan Malindi Willybard Lagho mengatakan negara harus berperan serta dalam menghidupkan kembali dorongan untuk mengatur gereja-gereja. Selama ini, pengaturan mandiri telah gagal menjinakkan ajaran radikal di gereja-gereja.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya