Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia, Saiful Anam/RMOL

Politik

Ganjar Pranowo Capres PDIP

Prabowo, Mahfud dan Airlangga Bukan Sosok Kelas Dua

Jokowi Dinilai Kurang Peka
MINGGU, 23 APRIL 2023 | 12:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dinilai menyepelekan, bahkan melecehkan tiga tokoh yang dianggapnya cocok menjadi wakil Ganjar Pranowo, yang belakangan ditetapkan sebagai Capres dari PDI Perjuangan.

Ketiga tokoh yang dimaksud adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

'Saya lihat Presiden Jokowi tidak peka keadaan. Sosok seperti Prabowo, Mahfud dan Airlangga, secara kapasitas tidak kurang dari Ganjar," tegas Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/4).


Akademisi Universitas Sahid Jakarta itu berpendapat, jika Jokowi ingin menjadikan Prabowo, Mahfud, dan Airlangga sebagai orang nomor dua atau calon wakil presiden (Cawapres) Ganjar, jelas terkesan menyepelekan atau melecehkan ketiga tokoh itu.

"Terlebih lagi Prabowo dan Airlangga, yang merupakan pimpinan partai politik besar. Prabowo, Mahfud dan Airlangga bukan sosok kelas dua (Cawapres), ketiganya lawan terkuat Ganjar dan Anies, jika diberi ruang dan kesempatan berkontestasi," kata Saiful.

Sebab itu dia menganggap Jokowi telah melecehkan Prabowo, Mahfud, dan Airlangga, dengan menyebut posisi ketiga orang itu pas bila dipasangkan dengan Ganjar.

"Di mata Prabowo, Mahfud dan Airlangga, pandangan Jokowi bisa saja justru terbalik, Ganjar sekadar Wapres bagi ketiga tokoh itu," pungkas Saiful.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya