Berita

Warga Sudan yang meninggalkan Khartoum setelah gencatan senjata 24 jam gagal dilakukan/Net

Dunia

Tak Kuat dengan Konflik Militer, Personel Junta dan Warga Sudan Pilih Lari Ke Chad

MINGGU, 23 APRIL 2023 | 09:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tertekan oleh situasi genting dan mencekam akibat konflik militer Sudan yang datang secara tiba-tiba, warga sipil bahkan tentara pemerintah lebih memilih untuk melarikan diri ke negara tetangga Chad untuk memperoleh keamanan.

Menurut laporan Komite Penyelamatan Internasional (IRC) pada Sabtu (22/4), terdapat 320 personel junta yang kabur ke wilayah Chad sejak perang meletus akhir pekan lalu.

Menteri Pertahanan Chad, Daoud Yaya Brahim mengatakan para tentara Sudan yang tiba di negaranya telah ditahan dan dilucuti persenjataanya.


"Mereka datang ke wilayah kami, dilucuti dan ditahan," kata Brahim, seperti dimuat News 24.

Melihat banyak tentara pemerintah yang kabur dari arena perang, Brahim mengatakan bahwa Chad harus lebih waspada dengan segala kemungkinan.

Terlebih, nasib warga sipil Sudan semakin terancam jika personel militer yang harusnya melindungi mereka, justru banyak yang kabur dan memilih mencari perlindungan sendiri.

Direktur Negara IRC Chad, Aleksandra Roulet-Cimpric, mengatakan pengungsi sipil sudan yang lari ke negaranya mencapai 15 ribu orang.

"Hingga 15 ribu orang diperkirakan telah tiba di perbatasan dari Sudan ke Chad sejak akhir pekan lalu," kata Roulet-Cimpric.

Menurut paparannya, banyak dari para pengungsi Sudan yang tiba di Chad dengan trauma akibat perang mendadak tersebut.

"Kami melihat para pengungsi yang tiba di perbatasan mengalami trauma dan datang dengan bekal yang sedikit," ungkapnya.

Kedatangan para pengungsi menimbulkan krisis kemanusiaan yang lebih besar bagi Chad yang sudah mengalami krisis multidimensi berkepanjangan akibat lonjakan migran.

Berdasarkan data PBB, saat ini Chad menampung 449.700 pengungsi dan pencari suaka dari perang dan ketidakamanan di Nigeria, Republik Afrika Tengah, dan Sudan.

Perang juga akan melumpuhkan upaya Sudan untuk menampung para pengungsi yang juga melarikan diri dari daerah konflik lain di wilayah tersebut. Sekitar 70 persen pengungsi di Sudan berasal dari Sudan Selatan dan sekitar 60.000 berasal dari wilayah Tigray, Ethiopia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya