Berita

Pengumuman Kedutaan Amerika Serikat kepada warga AS yang berada di Sudan/Repro

Dunia

Evakuasi Dinilai Tidak Aman, AS Sarankan Warganya di Sudan Tetap Tinggal di Rumah

JUMAT, 21 APRIL 2023 | 09:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat menyarankan warganya yang berada di Sudan untuk tetap berada di kediamannya sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kedutaan Amerika mengatakan pada Kamis (20/4) bahwa sangat tidak aman untuk memindahkan warganya di saat ini.

"Kedutaan AS tetap di bawah perintah berlindung di tempat dan tidak dapat menyediakan layanan konsuler darurat," kata Kedutaan dalam pemberitahuan yang diposting di Twitter, seperti dikutip dari The National, Kamis (20/4).


"Karena situasi keamanan yang tidak pasti di Khartoum dan penutupan bandara, saat ini tidak aman untuk melakukan evakuasi warga negara AS yang dikoordinasi pemerintah AS," lanjutnya.

Kedutaan terus memantau dengan cermat situasi di Khartoum dan sekitarnya, di mana terjadi pertempuran, baku tembak, dan aktivitas pasukan keamanan yang sedang berlangsung.

Ada juga laporan penyerangan, invasi rumah, dan penjarahan.

Pantauan redaksi, dalam cuitannya, Kedutaan AS juga menyarankan kepada warga negara AS di Sudan untuk segera menghubungi Kedutaan lewat email ke ACSKhartoum@state.gov untuk segala informasi.

Sebelumnya pada Selasa, sebuah konvoi diplomatik AS diserang tepat di hari yang sama saat duta besar Uni Eropa untuk Sudan diserang di rumahnya.

"Terus terjadi pertempuran, tembakan, dan aktivitas pasukan keamanan," kata pemberitahuan itu.

Seorang pejabat Gedung Putih pada hari Kamis mengatakan AS sedang bersiap untuk kemungkinan mengevakuasi personel Amerika dari Sudan, meskipun keputusan akhir belum dibuat.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Bahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:36

Memahami Trust: Energi yang Hilang

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:22

Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Jelang Puncak Arus Balik Mudik

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:19

Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Tembus 101 Persen Saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:45

Polri: Arus Balik Mudik ke Jakarta Meningkat hingga 73 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:29

Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:51

Hari ke-12 Operasi Ketupat: Jumlah Kecelakaan 198, Meninggal 18

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:01

Mengapa Harga iPhone 15 Tiba-Tiba Melambung Naik Jutaan Rupiah?

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:46

Kembali ke KPK, Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:28

Apa Itu Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:18

Selengkapnya