Berita

Barang bukti yang disita oleh kepolisian Singapura/Net

Dunia

Prank Pakai Senjata Mainan, Dua Remaja Singapura Diringkus Polisi

RABU, 19 APRIL 2023 | 16:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dua remaja berusia 16 tahun ditangkap polisi Singapura setelah mencoba menakut-nakuti karyawan toko dengan pistol mainan.

Menurut laporan polisi yang menerima telepon dari pegawai toko, satu remaja melakukan aksi prank yang direkam oleh kawannya, dengan mengeluarkan pistol mainan dan mengarahkannya kepada staf toko yang berjaga di kasir.

Ketika staf ketakutan dan meneriaki mereka, kedua remaja itu tertawa dan mengungkapkan bahwa pistol itu palsu.


Berdasarkan laporan dari Coconuts New pada Rabu (19/4), berkat bantuan dari kamera CCTV, kedua remaja itu berhasil diamankan kepolisian.

Beberapa barang yang digunakan untuk meluncurkan aksi mereka, seperti pistol mainan, pakaian, dan ponsel telah disita oleh pihak berwenang,

“Polisi menegaskan kembali bahwa kami tidak memiliki toleransi untuk perilaku seperti itu kepada publik,” tegas kepolisian di wilayah Yishun.

Jika terbukti bersalah atas intimidasi kriminal kepada publik, mereka akan menghadapi hukuman 10 tahun penjara dan dikenakan denda.

Singapura merupakan negara yang memiliki kebijakan ketat untuk mengizinkan senjata mainan yang terlihat realistis berada di negaranya.

Pihak berwenang negara itu telah menyita banyak senjata pistol, pedang, dan aksesoris lainnya yang tak terhitung jumlahnya yang terlihat seperti senjata sungguhan, karena dianggap sebagai barang-barang ilegal.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya