Berita

Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono/Net

Politik

Golkar Gabung Koalisi Besar Kalau Visi Misi Sudah Sama

RABU, 19 APRIL 2023 | 11:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menyebut Partai Golkar sudah pasti merapat bersama PKB dan Gerindra untuk melakukan penjajakan Koalisi Besar, ditanggapi santai petinggi beringin.

Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah menginisiasi untuk mengajak semua partai-partai bergabung dalam suatu Koalisi Besar dalam menghadapi Pemilu 2024 yang akan datang.

“Maka itu, kepastian Golkar bergabung itu sudah pasti ketika semua partai sudah memiliki visi misi yang sama,” kata Dave dalam keterangannya, Rabu (19/4).


Dave menyebut, visi misi yang sama itu berkaitan dengan segala hal keputusan strategis termasuk mengenai calon presiden (capres) yang harus diputuskan secara bersama-sama, apabila Koalisi Besar terbentuk.

“Lalu konsep-konsep kerja ke depan, pembagian tugas wilayah itu juga diputuskan secara bersama-sama,” ujar Anggota Komisi I DPR RI itu.

Jika hal itu terwujud, kata Dave, Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB (Golkar-PAN-PPP) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) diyakini akan bisa melebur menjadi sebuah Koalisi Besar.

“Untuk kita merebut kemenangan yang mutlak di pemilu yang akan datang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rencana pembentukan Koalisi Besar dalam hal ini gabungan antara Kebangkitan Indonesia Raya atau KKIR (PKB-Gerindra) dan Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB (Golkar-PAN-PPP) mulai menemukan titik terang.

Partai Golkar dipastikan sudah mantap untuk pembentukan Koalisi Besar. Kemungkinan PAN dan PPP akan menyusul.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Nomor 9, Jakarta Pusat, Selasa sore (18/4).

“Koalisi tambahan PKB-Gerindra ini yang baru fiks Golkar. Moga-moga tidak berubah. Nanti akan disusul PAN mungkin, PPP dan yang lain,” ungkap Cak Imin.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya