Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Kans Prabowo Capres Koalisi Besar Menguat Pasca U-20 Gagal Digelar di Indonesia

RABU, 19 APRIL 2023 | 01:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) diprediksi menguat, utamanya setelah Indonesia tidak menjadi tuan rumah gelaran Piiala Dunia U-20 2023.

Analisa tersebut disampaikan pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (18/4).

“Posisi Prabowo diyakini semakin menguat pasca kegagalan Indonesia sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20,” ujar Efriza.


Ia menjelaskan, Prabowo bakal maju menjadi capres dari Koalisi Besar, bahkan mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo, mengingat Ganjar Pranowo yang disebut menjadi jagoan Jokowi justru menjadi penyebab Piala Dunia U-20 gagal digelar di dalam negeri.

Selain itu, salah satu alasan Jokowi mendukung Prabowo, menurutnya karena ada pertarungan pengaruh yang cukup kuat antara Presiden ketujuh RI ini dengan partai pengusung utamanya, yaitu PDI Perjuangan.

“Jokowi diyakini ingin mewujudkan Koalisi Besar, juga sebagai bentuk perlawanan tersembunyi, berebut pengaruh dengan Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum DPP) di PDIP,” tuturnya.

Karena itu pula, dosen ilmu pemerintahan Universitas Sutomo ini memprediksi, akan ada poros ketiga yang tercipta untuk Pilpres 2024 mendatang.

“Persaingan Jokowi dengan Megawati ini amat memungkinkan akan menghadirkan tiga poros koalisi, jika PDIP tidak dapat menerima kadernya dijadikan sebagai cawapres dari Prabowo Subianto,” katanya.

Salah satu pertimbangan PDIP tak mau kader jagoannya hanya diusung menjadi cawapres, adalah karena posisinya yang memiliki kursi paling banyak di parlemen, dengan jumlah kursi yang mencapai 128 kursi atau mendapat suara 27,5 juta suara yang setara dengan 19,33 persen.

“Jadi kemungkinan dua dan tiga poros koalisi yang menguat, sebaliknya empat poros koalisi tentu bukan pilihan yang diinginkan serta disinyalir sudah meredup potensinya,” demikian Efriza menambahkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya