Berita

Waketum PAN, Yandri Susanto/RMOL

Politik

Jawab PPP, PAN: Semua Kemungkinan Pasti Terjadi, Termasuk KIB Bubar

RABU, 19 APRIL 2023 | 00:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Semakin mendekati Pemilu 2024, peta koalisi terus bergerak dinamis. PPP merasa ditinggal, oleh PAN dan Golkar sehingga partai berlambang kabah ini merasa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) gabungan partai itu bakal bubar.

Namun, Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto menampik anggapan tersebut, karena Yandri mengklaim kalau setiap pergerakan PAN dan Golkar, atas sepengetahuan PPP karena mitra koalisi.

"Setahu saya, kalau Bang Zul waktu ke Gerindra sudah pamit ke Pak Mardiono dan Airlangga dan disampaikan pada jumpa pers kan bahwa saya datang ke sini sudah pamit oleh KIB," kata Yandri si Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/4).


Namun demikian, PAN tidak takut dengan anggapan koalisi bubar di tengah jalan, karena PAN sudah memiliki berbagai alternatif jalan untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang.

Karena Yandri mengakui, tiga parpol ini memang memiliki agenda masing-masing yang hingga saat ini belum bertemu titik tengahnya, sehingga tidak bisa suara bulat dalam penentuan siapa capres dan cawapres koalisi tersebut.

"Tapi memang begini semua kemungkinan (KIB bubar) itu masih bisa terjadi, ya kan. Mungkin nanti KIB bisa bulat bisa juga ada potensi tidak bulat, bisa juga ya kan, atau nanti Koalisi Perubahan bisa juga berubah, namanya juga koalisi perubahan, bisa berubah-ubah juga. ya selama belum didaftarkan ke KPU kan," tutup Yandri.

Sebelumnya, PPP menyayangkan Golkar dan PAN tidak bersama-sama mengatasnamakam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dalam setiap pertemuan dengan parpol lain di luar KIB.

PPP menilai apabila hal itu terus dilakukan, bukan mustahil KIB bubar lantaran partai yang ada di dalamnya melakukan komunikasi secara sendiri-sendiri, bukam bersama.

Hal itu, disampaikan Juru Bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usman Tokan yang memandang bukan hal mustahil, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ke depan akan bubar. Pembubaran KIB bisa dipicu dari cara kerja dan pola komunikasi di internal yang terkesan main sendiri.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya