Berita

Pertemuan bisnis dan temu budaya di Bayt Nouh, Kota Tanta, Provinsi Gharbia pada Sabtu, 15 April 2023/KBRI Kairo

Bisnis

Meski Bea Masuk Tinggi, Produk Sabun Indonesia Tetap Digemari Konsumen Mesir

SENIN, 17 APRIL 2023 | 09:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Berbagai produk sabun dan pembersih buatan Indonesia ternyata digemari di pasar Mesir. Sehingga Indonesia mendorong negosiasi terkait bea masuk yang masih tinggi untuk produk-produk sabun ke Mesir.

Dorongan itu juga disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf ketika melakukan pertemuan bisnis dan temu budaya di Bayt Nouh, Kota Tanta, Provinsi Gharbia pada Sabtu (15/4).

Selama pertemuan, Dubes Lutfi didampingi oleh Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti dan Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Kairo.


"Produk sabun Indonesia sudah dikenal baik oleh warga Mesir. Meski bea masuk termasuk tinggi, tetap produk sabun Indonesia masih dicari," kata Dubes Lutfi dalam keterangan KBRI Kairo yang diterima redaksi pada Senin (17/4).

Sementara itu, M. Syahran Bhakti menerangkan, Perwakilan RI di Mesir berupaya untuk melakukan negosiasi-negosiasi dalam kerangka hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Mesir, sehingga bea masuk seperti produk sabun yang mencapai 40 hingga 60 persen ini dapat diatasi.

Sebagai negara hub, Mesir merupakan pasar yang masih berpeluang besar untuk dikembangkannya pasar produk sabun dan turunannya.

Berdasarkan data Biro Statistik Mesir (CAPMAS), ekspor produk sabun Indonesia (HS code 3402) pada Januari hingga Desember 2022 mencapai 159 ribu dolar AS atau naik 3,24 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar 154 ribu dolar AS dengan pangsa pasar 0,12 persen.

Adapun ekspor untuk produk sabun HS code 3401 sebesar 280 ribu dolar AS dengan pangsa pasar sebesar 0,80 persen. Pesaing utama untuk produk ini adalah Uni Emirat Arab (UEA) dengan pangsa pasar  50,61 persen, Turki 7,23 persen, Jerman 2, 25 persen, Prancis 2,14 persen, dan Arab Saudi 1,99 persen.

Tingginya pasokan sabun dari UEA ke pasar Mesir juga terkait dengan produk Indonesia. UEA merupakan salah satu importir sabun Indonesia terbesar.

Dalam laporan Trademap pada 2021, UEA mengimpor sabun dari dunia mencapai 335,34 juta dolar AS, termasuk 35,66 juta dolar AS di antaranya berasal dari Indonesia.

Di sisi lain, UEA merupakan salah satu negara mitra dagang Mesir dan terikat dengan perjanjian dagang yang memudahkan produknya masuk ke pasar Mesir.

Kegiatan pertemuan bisnis kali ini diselenggarakan oleh Polaris for General Supply, Sky Line for Export & Import di bawah pimpinan Kapten Ahmed Reda El Sheikh dan United Egypt for Trading and Industrial Investmens di bawah pimpinan Mohamed Khalaf.

Rangkaian pagelaran seni budaya, tarian religi dan shalawat yang berlangsung khidmat.

Di penghujung acara, Dubes Lutfi menyerahkan bingkisan produk Indonesia kepada CEO Polaris dan Sky Line dan piagam penghargaan dari Menteri Perdagangan RI kepada Mr Mohamed Khalaf, Direktur United for Trading and Investment yang selama ini loyal mengimpor produk sabun Indonesia.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya