Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Indonesia Yakin Presidensi G20 India Bisa Capai Banyak Perkembangan

SENIN, 17 APRIL 2023 | 08:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia sepenuhnya memberikan dukungan terhadap Presidensi G20 yang dipegang India tahun ini. Indonesia juga berharap dan yakin Presidensi G20 India mampu mencapai banyak perkembangan terkait berbagai isu global.

Hal itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk India, Inna Krishnamurthy saat berbicara tentang presidensi dan ekspektasi G20 India pada Rabu (12/4), seperti dikutip dari ANI News pada Senin (17/4).

“India akan berjuang dan berkembang dalam presidensinya, banyak pencapaian yang telah dilakukan India dalam isu transisi energi digital dan banyak isu lainnya,” kata Krishnamurthy.


Sebagai pemegang presidensi G20 sebelumnya, Indonesia sangat menantikan apa yang dapat dilakukan India hingga akhir masa jabatannya pada November mendatang.

"Meskipun sejauh ini belum ada konsensus, kita tidak boleh kehilangan harapan dan optimisme bahwa sesuatu akan terjadi selama KTT," lanjut Krishnamurthy.

Dalam menjalankan presidensinya, India sendiri selalu mengedepankan inklusivitas. Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menyebut pihaknya selalu membawa isu-isu yang menjadi keprihatinan negara-negara dunia bagian selatan dalam kerangka G20 di bawah presidensinya.

Pada Selasa (16/4), Jaishankar menyatakan bahwa India ingin menggunakan kepresidenannya di G20 untuk membuat forum yang berpengaruh tersebut terfokus pada mandatnya untuk isu-isu pertumbuhan dan pembangunan global.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya