Berita

Ilustrasi/Net

Global

Populasi Harimau Terbesar Dunia Ada di India

SENIN, 17 APRIL 2023 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Populasi harimau di India terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan saat ini hampir sebagian besar populasi hewan dilindungi itu ada di negara Asia Selatan tersebut.

Menilik data sensus harimau terbaru yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi, populasi harimau di India telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan angka sensus sebelumnya yaitu 1.411 ekor pada tahun 2006, mencapai 3.167 ekor pada tahun 2022.

Otoritas Konservasi Harimau Nasional (NTCA) bahkan mengatakan 75 persen populasi harimau ada di India.


"India memiliki 75 persen populasi harimau dunia," kata SP Yadav, Sekretaris Anggota NTCA kepada ANI News.

Pendugaan populasi harimau di India dimulai secara modern dengan mengambil foto melalui kamera jebak.

Sejak 1972 hingga 2002, tidak ada sistem pelacakan harimau yang tepat dan didasarkan pada jejak kaki atau pugmark, jadi itu tidak sempurna. Terkadang ada yang meremehkan dan terkadang ada yang berlebihan dalam sensus harimau, menurut  Yadav.

Pada tahun 2006, ketika sensus harimau pertama yang tepat dilakukan, jumlah harimau di India adalah 1411. Pada tahun 2022 jumlah total harimau adalah 3.167 yang menunjukkan pertumbuhan populasi harimau yang sehat.  

"Merupakan kebanggaan besar bahwa India memiliki populasi harimau terbesar secara global,” kata Yadav.

“Kalau bicara populasi harimau di dunia sekitar 4000-4500 sedangkan di India saja populasi harimau 3.167 ekor. Hampir 75 persen populasi harimau dunia,” ujarnya.

Laporan sensus terbaru mengatakan bahwa populasi harimau juga menurun di Jharkhand, Odisha, Chhattisgarh, Andhra Pradesh dan Telangana, meskipun harimau telah terlihat untuk pertama kalinya di Himachal Pradesh dan di daerah baru di Madhya Pradesh dan Maharashtra.

 â€œKalau melihat dinamika populasi harimau selalu berubah. Di mana ada habitat yang baik, di mana ada rumput, tanah, dan fasilitas air yang baik, otomatis harimau membuat habitatnya," kata Yadav.

"Karena ekstremisme sayap kiri, tidak ada manajemen yang tepat di Chhattisgarh, Odisha atau Jharkhand karena itu juga ada kekurangan harimau," ujarnya.

Tentu saja, kata dia, pemantauan tidak dilakukan dengan baik di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh pegawai Departemen Satwa Liar.  

"Ada risiko keamanan juga," katanya.

Harimau telah berhasil diintroduksi kembali di Sariska pada tahun 2005 dan Panna pada tahun 2008.  "Jadi, di mana pun jumlah harimau ini tinggi, kami akan memindahkan harimau tersebut ke tempat yang kepadatannya lebih sedikit,” kata Yadav.

Kamboja menjadi salah satu negara yang terkesan dengan keberhasilan India menjaga populasi harimau.

"Kamboja ingin harimau diperkenalkan kembali dan India telah berhasil memperkenalkan kembali harimau di Sariska, dan Panna. Sehingga mereka menginginkan kerja sama dari India dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kamboja sudah ditandatangani," ujar Yadav.

Ia mengatakan siap memberikan dukungan teknis dan segala macam dukungan kepada Kamboja untuk membangun kembali populasi harimau di sana.
Yadav menjelaskan bahwa telah ada upaya dari kedua negara untuk bekerja sama menjaga populasi harimau.

"India dan Kamboja telah menandatangani nota kesepahaman pada November 2022 untuk reintroduksi harimau,” kata Yadav.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya