Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Polandia dan Hongaria Larang Impor Biji-bijian dan Makanan dari Ukraina

MINGGU, 16 APRIL 2023 | 10:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Demi melindungi sektor pertanian yang tengah digempur biji-bijian dan makanan murah dari Ukraina, pemerintah Polandia dan Hongaria memutuskan untuk melarang impor produk tersebut hingga beberapa bulan mendatang.

Partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa di Polandia mengatakan pihaknya telah memberlakukan larangan impor tersebut untuk menjaga stabilitas negara di tengah masalah ekonomi yang dihadapi.

"Hari ini, pemerintah telah memutuskan peraturan yang melarang masuknya impor biji-bijian ke Polandia, tetapi juga puluhan jenis makanan lain (dari Ukraina)," ungkap pemimpin PiS, Jaroslaw Kaczynski, seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (16/4).


Meski menerapkan pelarangan impor, Kaczynski mengatakan bahwa Polandia tetap berkomitmen untuk mendukung Ukraina selama perang melawan Rusia, dan menyatakan siap  menggelar pembicaraan lebih lanjut tentang biji-bijian tersebut.

"Kami akan tetap menjadi teman dan sekutu Ukraina yang tidak berubah. Kami akan mendukungnya tetapi  adalah tugas setiap negara untuk melindungi kepentingan dari warganya," jelasnya.

Langkah Polandia rupanya juga diikuti oleh Hongaria. Perdana Menteri, Viktor Orban mengatakan kelebihan impor telah menyebabkan kerusakan parah pada petani lokal.

Oleh sebab itu, Hongaria akan ikut menerapkan larangan impor produk pertanian Ukraina hingga akhir Juni mendatang.

Merespon pelarangan tersebut, Kementerian Pertanian dan Pangan Ukraina menyebut larangan Polandia bertentangan dengan perjanjian bilateral dan menyerukan pembicaraan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami memahami bahwa petani Polandia berada dalam situasi yang sulit, tetapi kami menekankan bahwa petani Ukraina berada dalam situasi yang paling sulit saat ini," bunyi pernyataan Ukraina.

Setelah invasi Rusia memblokir beberapa pelabuhan Laut Hitam, biji-bijian Ukraina dalam jumlah besar harganya menjadi lebih murah daripada yang diproduksi di Uni Eropa.

Karena kemacetan logistik tersebut,  pasokan Ukraina akhirnya tetap berada di negara-negara Eropa Tengah sehingga memukul harga dan penjualan untuk petani lokal.

Dalam sepucuk surat kepada Komisi Eropa bulan lalu, perdana menteri dari lima negara Eropa timur mengutarakan masalah yang petani lokal hadapi akibat impor pertanian Ukraina, oleh karenanya para pemimpin mendorong agar tarif impor dapat kembali diberlakukan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya