Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Cegah Kerawanan Pangan, India akan Kirim Lagi 10 Ribu Ton Gandum ke Afghanistan

SABTU, 15 APRIL 2023 | 15:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

India akan kirim bantuan sebanyak 10.000 ton gandum dalam pengiriman gelombang kelima untuk rakyat Afghanistan yang sedang dilanda krisis pangan.

Hal tersebut diumumkan pada Sabtu (15/4) setelah negara itu menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara perwakilan Program Pangan Dunia PBB (WFP) dengan Sekretaris Bersama di Divisi Pakistan-Afghanistan-Iran dari Kementerian Luar Negeri India, JP Singh, di Mumbai pekan ini.

Dalam catatan WFP, yang mengumumkan pengiriman gelombang tersebut, sejauh ini India telah memberikan bantuannya sebanyak 40.000 ton gandum untuk jutaan warga Afghanistan yang mengalami kerawanan pangan.


Atas bantuan terbarunya ini, Direktur WFP Elisabeth Faure, menyampaikan ucapan terima kasihnya karena India terus memenuhi komitmen untuk membantu negara itu.

“Terima kasih yang tulus kepada pemerintah India atas bantuan makanan kepada rakyat Afghanistan. Dukungan dan komitmen India telah menjadi penyelamat bagi keluarga yang membutuhkan dan merupakan bagian penting dari bantuan WFP kepada jutaan orang di seluruh Afghanistan,” kata Faure.

Berdasarkan laporan yang dimuat Amu TV, MoU yang disepakati dengan India dilakukan ketika WFP sendiri tengah berjuang untuk mencegah bencana kelaparan yang diperkirakan akan terjadi di negara itu, karena mereka kekurangan dana.

Menurut WFP, mereka membutuhkan dana mendesak sebesar 800 juta dolar (Rp 11 triliun) untuk dapat memenuhi bantuannya ke Afghanistan selama enam bulan ke depan.

Bantuan dari India ini dianggap telah meringankan sedikit beban WFP, yang memperkirakan bahwa kelaparan tertinggi dalam seperempat abad akan terjadi di negara itu dalam waktu dekat.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya