Berita

Ilustrasi bawang putih/Net

Politik

Harga Bawang Putih Naik Jelang Lebaran, Permainan Kuota Impor Masih Berjalan?

JUMAT, 14 APRIL 2023 | 02:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kenaikan harga bawang putih jelang Hari Raya Idulfitri, yang tembus di harga Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, dipertanyakan sebabnya oleh  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Kordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan, kenaikan harga bawang putih menjadi polemik di masyarakat karena ada dugaan monopoli hingga permainan kuota dalam importasi bawang putih.

Bonyamin mengaku telah melaporkan dugaan korupsi impor bawang putih itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun ia mengklaim, hingga saat ini belum ada tindak lanjut terkait laporannya tersebut.


“Ya artinya memang korupsi masih merajalela termasuk dalam kuota impor bawang putih,” ujar Bonyamin dalam keterangannya, Kamis malam (13/4).

Menurut Boyamin, masalah kuota impor bawang putih diduga karena ada oknum yang terang-terangan menitipkan harga per kilogram, yang mana itu masuk kategori pungutan liar (pungli).

"Kalau soal pungutan liar ya dulu memang ada 1.500 dan 500 rupiah. Karena di dua oknum jadi 2.000 rupiah. Kalau sekarang bisa saja naik ya, namanya juga kebutuhan," tuturnya.

Terpisah, Direktur Ekonomi, Kedeputian, dan Advokasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Mulyawan Ramanggala menjelaskan, pihaknya masih mendalami terkait dugaan monopoli dan permainan kuota impor bawang putih.

Karena, diakui Mulyawan, KPPU hingga saat ini terus melakukan pengecekan di berbagai daerah. Bahkan turun ke lapangan untuk memonitor lonjakan harga bawang putih.

"Pengecekan ke lapangan sudah rutin dilakukan oleh teman-teman Kanwil baik sendiri maupun bersama stakeholder lainnya," jelasnya.

Di sisi lain, pengamat ekonomi Surya Vandiantara, menyoroti soal pelanggaran UU 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam kasus impor bawang putih, yang sudah pernah diperiksa dan diputuskan bersalah oleh KPPU pada 2013.

Dalam kasus itu, pelanggarannya meliputi Pasal 11, Pasal 19 huruf C dan Pasal 24UU 5/1999, dengan 22 terlapor dan 19 di antaranya perusahaan importir, serta selebihnya Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

"Setelah itu, terjadi lagi kasus pidana penyalahgunaan kuota impor bawang putih yang melibatkan importir dan salah satu direksi PT Pertani di tahun 2018, menyusul kasus suap kuota impor bawang putih di tahun 2019 yang ditangani KPK, kasus ini melibatkan importir dan anggota DPR RI," ungkapnya.

Berkaca dari kasus-kasus tersebut, Surya menilai tidak sulit bagi KPPU dan KPK untuk mengusut praktik monopoli kuota impor bawang putih dan praktik jual beli kuota ini. Karena modus yang dipakai tidak jauh berbeda dari sebelumnya.

"Bisa saja mengecek ke importir, distributor, dan pedagang grosir maupun eceran di pasar, apakah ada pelanggaran seperti kasus yang dulu terulang," demikian Surya. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya