Berita

Deklarasi Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Demokratis/Ist

Politik

Deklarasi Koalisi Masyarakat Sipil, Minta Pemilu Digelar Demokratis dan Berintegritas

KAMIS, 13 APRIL 2023 | 21:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemilu harus dijalankan secara berkala, sehingga tidak boleh ditunda apalagi ditiadakan. Penundaan Pemilu merupakan bentuk penghianatan terhadap demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Begitu garis besar yang disampaikan dalam deklarasi Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Demokratis di Sadjoe Cafe and Resto, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/4).

Hadir dalam deklarasi itu, di antaranya Ketua Centra Initiative Al Araf, Dewan Pembina Perludem Titi Anggaraini, Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati Tangka, Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan, dan Direktur Ekskutif Lingkaran Madani Ray Rangkuti.


Dikatakan Titi Anggaraini, ada sembilan hal yang ditekankan dalam deklarasi itu, di samping soal jadwal tetap dari pelaksanaan pemilu. Terutama, soal asas demokrasi yang perlahan dikesampingkan, atau rakyat hanya menjadi objek dari janji-janji politik kontestan pemilu.

"Padahal, secara substantif, pemilu bermakna bukan hanya bertujuan untuk pergantian kekuasaan, tapi juga menjadi pintu masuk untuk mendorong agenda perubahan rakyat," katanya.

Untuk mencapai tujuan itu, Titi menyampaikan sembilan pokok deklarasi. Pertama, semua pihak harus berkomitmen untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu yang berintegritas, konstitusional, dan demokratis.

Kedua, penyelenggaraan pemilu harus menjamin prinsip partisipasi demokratis warga negara serta menghormati standar dan norma hak asasi manusia, dan ketiga penyelenggaraan pemilu harus bersih dan bebas dari politik uang yang dapat merusak kualitas dan hasil Pemilu.

"Keempat, para kontestan dalam pemilu harus menghindari politisasi identitas dan penebaran kebencian dalam Pemilu, yang dapat menciptakan polarisasi dan konflik horisontal di masyarakat," kata Titi.

Selanjutnya kelima, aktor keamanan yang terdiri dari TNI, Polri dan intelijen serta Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral dan profesional untuk menjamin terselenggaranya Pemilu yang demokratis.

Keenam, penyelenggara pemilu dan partai politik peserta Pemilu harus memastikan para kandidat mengedepankan politik yang substantif, dengan menawarkan agenda politik kerakyatan; pemajuan HAM, keadilan gender, hak masyarakat adat, kelompok minoritas, buruh, dan agenda reforma agraria.

Berikutnya ketujuh, kandidat yang berasal dari partai dan individu dalam pemilihan presiden dan pemilihan legislatif harus memiliki komitmen untuk pemajuan agenda HAM, demokrasi dan keadilan ekologis.

Delapan, partai politik peserta pemilu dan penyelenggara pemilu, harus memastikan keterpenuhan kuota keterwakilan perempuan, dari mulai proses pendaftaran calon sampai dengan keterpilihannya, dengan menjamin kualitas calon yang diajukan, bukan semata-mata memenuhi persyaratan formil belaka.

Terakhir kesembilan, penyelenggara pemilu harus memastikan hak-hak penyandang disabilitas hingga kelompok minoritas lainnya untuk memilih dan dipilih dapat direalisasikan. Di antaranya dengan memastikan adanya akomodasi yang layak dan kemudahan untuk menyalurkan hak memilih dan dipilih.

"Khususnya untuk mendorong penyandang disabilitas untuk mengikuti kontestasi politik tahun 2024 secara bermartabat," demikian Titi menutup deklarasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya