Berita

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin/Net

Dunia

Austin Mengaku Mengetahui Kebocoran Dokumen Rahasia Seminggu yang Lalu

KAMIS, 13 APRIL 2023 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bocornya lusinan dokumen 'Paling Rahasia' membuat Pentagon harus berhadapan dengan banyak pertanyaan yang bahkan membuat Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin sedikit kelabakan.

Dalam pengarahan kepada wartawan pada Selasa (12/4), Austin mengatakan bahwa proses penyelidikan terkait kebocoran masih terus berlangsung dan pihaknya belum mengetahui siapa yang memiliki akses tersebut.

"Dokumen itu ada di suatu tempat di web. Di mana tepatnya dan siapa yang memiliki akses, kami tidak tahu. Saat ini, kami tidak tahu," katanya, seperti dikutip dari Fox News.


Setidaknya 53 dokumen penting telah diposting online dan menyebar dengan cepat di media sosial bertanggal antara 23 Februari dan 1 Maret. Menurut pejabat, bocornya dokumen rahasia itu mungkin berasal dari luar Pentagon.

Di depan wartawan, Austin mengakui bahwa dia pertama kali diberi pengarahan tentang bocornya materi sensitif dan rahasia itu pada pagi hari tanggal 6 April. Ia kemudian langsung membuka rapat darurat dan membuka penyelidikan.

"Sejak itu, saya telah bertemu dengan para pemimpin departemen senior setiap hari mengenai tanggapan kami, dan saya telah mengarahkan upaya lintas departemen yang mendesak. Kami telah merujuk masalah ini ke Departemen Kehakiman (DOD), yang telah membuka penyelidikan kriminal," kata Austin.

Ketika ditanya bagaimana dia baru mengetahui kebocoran itu seminggu yang lalu, saat file-file rahasia telah terposting di media sosial sejak beberapa bulan sebelumnya, Austin menjawab bahwa departemennya hanya mengetahui dokumen yang bocor itu bertanggal 28 Februari dan 1 Maret. Ia tidak tahu apakah ada dokumen lain yang online sebelum tanggal tersebut.

Namun begitu, ia berjanji akan terus menyelidiki kasus ini dan menyelidiki sumber kebocoran.

Pentagon, menurut Austin, telah memulai peninjauan internal untuk menilai dampak kebocoran tersebut terhadap keamanan nasional.

Tinjauan tersebut dipimpin oleh Milancy D. Harris, wakil wakil menteri pertahanan untuk intelijen dan keamanan. Tim itu termasuk perwakilan dari kantor urusan legislatif, urusan publik, kebijakan, penasihat hukum dan staf gabungan.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya